Bahlil di Hadapan Prabowo: Demi Merah Putih Jangankan Harta, Nyawa pun Kita Kasih

Bahlil di Hadapan Prabowo: Demi Merah Putih Jangankan Harta, Nyawa pun Kita Kasih

Terkini | inews | Senin, 12 Januari 2026 - 18:45
share

JAKARTA, iNews.id - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengaku banyak pihak yang tidak senang dengan upaya pemerintah menekan impor minyak dengan membangun fasilitas produksi sendiri. Hal ini disampaikan Bahlil di hadapan Prabowo saat meresmikan Infrastruktur Energi Terintegrasi Pertamina RDMP Balikpapan, Senin (12/1/2026).

Bahlil mengatakan, ke depan ditargetkan Indonesia tidak lagi mengimpor BBM namun hanya berbentuk minyak mentah saja. Sebab, fasilitas pengolahan akan dibangun oleh pemerintah, salah satu contohnya seperti RDMP Balikpapan.

"Kalau ini kita mampu lakukan, gerakan-gerakan tambahan ini semakin tipis. Setelah ini ramai lagi di sosmed karena dianggap Menteri ESDM potong-potong jalur barang impor. Tapi tidak ada masalah, demi merah putih jangan harta, nyawa pun kita kasih," ujar Bahlil.

Pada kesempatan itu, Bahlil juga menceritakan dalam meresmikan RDPM Balikpapan, terdapat sejumlah tantangan dan hambatan yang dihadapi. Pasalnya, sesuai jadwal fasilitas kilang itu semestinya bisa diresmikan pada bulan Mei 2024 lalu, namun sempat terbakar dan harus masuk fase pemulihan.

Bahlil menduga, kebakaran yang sempat terjadi di RDPM Balikpapan ini disengaja. Karena kehadiran kilang ini praktis akan memangkas importasi BBM sebagaimana yang dilakukan sebelum-sebelumnya.

"Proyek ini banyak dramanya, kenapa, karena seharusnya sudah jadi awal bulan mei 2024, tapi ini terbakar, ada bagian yang dibakar, saya tidak mengerti apakah terbakar karena dibakar atau ada faktor lain," kata Bahlil.

"Bulan agustus, saya perintahkan dari Irjen, kami minta investigasi, ternyata ada udang dibalik batu. Masih ada yang tidak rela kalau kita mempunyai cadangan swasembada energi, agar impor terus, impor terus, kita harus hadapi dalam waktu yang tidak lama lagi," pungkasnya.

Topik Menarik