Trump Mainkan 2 Kartu Hadapi Iran, Buka Negosiasi tapi Opsi Serangan Tetap Berlaku

Trump Mainkan 2 Kartu Hadapi Iran, Buka Negosiasi tapi Opsi Serangan Tetap Berlaku

Terkini | inews | Selasa, 13 Januari 2026 - 03:10
share

WASHINGTON, iNews.id - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memainkan strategi ganda terhadap Iran. Di satu sisi, Washington membuka pintu negosiasi setelah Teheran menghubungi AS menyusul ancaman serangan militer. Namun di sisi lain, Trump menegaskan opsi paling keras, termasuk intervensi militer, tetap berada di atas meja.

Trump mengungkapkan, pemerintahannya tengah mempertimbangkan secara serius berbagai langkah untuk merespons situasi di Iran, yang dilanda demonstrasi besar-besaran dan kerusuhan mematikan. Sedikitnya 490 orang tewas sejak unjuk rasa meletus akhir Desember 2025.

“Kami mempertimbangkannya dengan sangat serius. Militer sedang menelaah opsi-opsi yang sangat keras. Kami akan membuat keputusan,” kata Trump, seperti dikutip dari Al Jazeera, Senin (12/1/2026).

Ancaman tersebut disampaikan di tengah kabar bahwa pejabat Iran telah menghubungi Washington untuk menawarkan perundingan. Trump mengonfirmasi pertemuan sedang disiapkan, namun menegaskan pemerintahannya tidak akan menunggu terlalu lama jika situasi memburuk.

Pernyataan ini memperlihatkan pola khas Trump dalam diplomasi, tekanan maksimum diiringi sinyal dialog. Strategi serupa pernah digunakan Trump dalam menghadapi Korea Utara, dengan ancaman militer dibarengi pembukaan jalur diplomatik.

Sementara itu, Teheran merespons dengan peringatan keras. Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf menegaskan negaranya akan membalas setiap serangan AS dengan menghantam Israel serta pangkalan dan kapal perang Amerika di Timur Tengah.

Krisis Iran sendiri berakar dari masalah ekonomi. Demonstrasi bermula dari mogok pedagang di Pasar Besar Teheran akibat anjloknya nilai tukar rial. Gelombang protes kemudian meluas, membawa tuntutan biaya hidup hingga perlawanan terhadap rezim ulama yang telah berkuasa sejak Revolusi Islam 1979.

Pemadaman internet nasional yang masih berlangsung dinilai memperburuk situasi, memicu kemarahan publik sekaligus kekhawatiran dunia internasional.

Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyatakan pemerintah siap mendengarkan aspirasi rakyat, namun menuduh “perusuh” dan “unsur teroris” yang didukung Israel dan AS memanfaatkan krisis ekonomi untuk menciptakan kekacauan.

Di Washington, Trump dijadwalkan bertemu para penasihat seniornya untuk membahas langkah lanjutan. 

Laporan The Wall Street Journal (WSJ) menyebutkan opsi yang disiapkan mencakup serangan militer terbatas, operasi siber rahasia, perluasan sanksi, hingga dukungan daring bagi kelompok anti-pemerintah di Iran.

Trump juga disebut berencana berbicara dengan Elon Musk terkait upaya pemulihan akses internet di Iran, menandai bahwa konflik ini tak hanya bergerak di ranah militer dan diplomasi, tetapi juga perang teknologi dan informasi.

Dengan negosiasi yang belum pasti dan senjata yang tetap disiapkan, hubungan AS-Iran kembali berada di titik genting, di mana satu keputusan dapat mengubah krisis domestik Iran menjadi konflik regional berskala besar.

Topik Menarik