Manchester United di Tangan Carrick: 4 Formasi Bisa Jadi Kunci Kemenangan
MANCHESTER, iNews.id - Michael Carrick kembali ke kursi pelatih Manchester United menjelang derby kontra Manchester City, Sabtu (17/1/2026) malam WIB. Dia membawa potensi perubahan total di skuad Red Devils.
Carrick, ikon klub yang pernah menjadi caretaker setelah pemecatan Ole Gunnar Solskjaer pada 2021, kini diharapkan memperbaiki catatan United setelah dua laga tanpa kemenangan di tangan Darren Fletcher.
Dalam laga derby Sabtu ini, Carrick bisa mengejutkan dengan empat opsi formasi berbeda, menyesuaikan kondisi pemain dan kebutuhan taktik menghadapi rival sekota.
Saat periode singkatnya empat tahun lalu, Carrick sudah menunjukkan fleksibilitas luar biasa. Ia sukses menggunakan formasi 4-3-3 dalam kemenangan atas Villarreal dan Arsenal, sekaligus menerapkan 4-3-1-2 untuk imbang 1-1 kontra Chelsea.
Formasi klasik back four kemungkinan besar akan diterapkan kembali, menyusul Fletcher yang menurunkan susunan ini dalam dua pertandingan terakhir, termasuk hasil imbang kontra Burnley dan kekalahan di Piala FA dari Brighton.
Namun, Carrick juga bisa memilih 4-2-3-1 dengan Bruno Fernandes sebagai No.10 di belakang striker Benjamin Sesko, memaksimalkan kreatifitas lini tengah. Amad Diallo dan Bryan Mbeumo, yang baru kembali dari Piala Afrika, berpeluang menggantikan Mason Mount dan Matheus Cunha di sayap.
Di lini tengah, Casemiro dan Kobbie Mainoo bisa menjadi pilihan utama dibanding Manuel Ugarte, sementara lini belakang kemungkinan menurunkan Diogo Dalot, Leny Yoro, dan Lisandro Martinez. Matthijs de Ligt masih cedera, sedangkan Noussair Mazraoui baru pulang dari Piala Afrika. Luke Shaw siap kembali setelah istirahat melawan Brighton, bersaing dengan Patrick Dorgu untuk posisi bek kiri.
Carrick juga punya opsi melanjutkan back three ala Amorim, memungkinkan Shaw dan Dorgu tampil bersamaan, sambil menjaga Dalot dan Diallo di posisi wing-back kanan. Cunha dan Mount pun tetap menjadi kandidat penguat lini depan.
Formasi lebih “unik” seperti 4-3-1-2 bisa memaksimalkan tekanan dari full-back dan memanfaatkan banyak pemain tengah di area serang. Alternatif lainnya, 4-4-2 dengan diamond di lini tengah, bisa memberi keseimbangan klasik ala era Sir Alex Ferguson, sekaligus menghidupkan nostalgia kemenangan United.
Dengan banyak opsi di tangan Carrick, derby kontra City bisa menjadi momen pembuktian bagi pelatih interim ini. Keputusan formasi Carrick dipastikan akan menjadi sorotan utama fans, media, dan pundit sepak bola seluruh dunia.










