Terungkap! Ini Alasan Aurelie Moeremans Curhat Child Grooming di Buku Broken Strings

Terungkap! Ini Alasan Aurelie Moeremans Curhat Child Grooming di Buku Broken Strings

Berita Utama | inews | Rabu, 14 Januari 2026 - 19:20
share

JAKARTA, iNews.id - Artis Aurelie Moeremans akhirnya mengungkap alasan menuangkan pengalaman pahit masa lalu saat menjadi korban child grooming di usia 15 tahun ke buku Broken Strings. Apa alasannya? 

Istri dari Tyler Bigenho itu mengaku proses penulisan kisahnya berjalan cukup panjang. Sebelum menulis, Aurelie Moeremans rela membuka luka lama dengan mengingat detail kejadian yang pernah dialami. 

"Ceritanya sudah aku simpan di kepala dan hati bertahun-tahun, tapi menulisnya sendiri aku lakukan secara intens dalam beberapa bulan. Aku nulis pelan-pelan, satu per satu, karena aku ingin setiap bagian ditulis dengan jujur dan hati-hati, bukan sekadar cepat selesai," kata Aurelie Moeremans saat dihubungi awak media pada Rabu (14/1/2026). 

Lebih jauh, Aurelie pun mengungkap alasannya mantap menuangkan pengalaman pahit tersebut ke dalam sebuah buku yang diberi judul Broken Strings. 

Awalnya, ia tak ingin kisah ini menjadi konsumsi publik. Seiring waktu, Aurelie merasa yakin bahwa pengalamannya ini bisa menjadi pelajaran berharga bagi korban yang pernah mengalami hal serupa. 

"Aku menulis sebagai bentuk kejujuran ke diri sendiri. Dulu, waktu aku masih kecil dan mencoba bersuara, responsnya justru menyakitkan. Jadi ada trauma untuk bercerita," jelas Aurelie. 

"Tapi seiring waktu, aku sadar banyak perempuan dan orang tua mengalami hal serupa dan merasa sendirian. Dari situ aku merasa, mungkin ceritaku bisa jadi teman buat mereka," tambahnya.

Wanita 32 tahun itu kemudian merasa peluncuran buku bukan sebagai ajang balas dendam, tetapi momentum untuk berdamai dengan masa lalu. 

"Iya, sangat. Menulis Broken Strings bukan tentang balas dendam atau membuka luka lama, tapi tentang memahami apa yang pernah terjadi dan menerima bahwa itu bagian dari hidupku. Lewat buku ini, aku belajar berdamai tanpa harus membenarkan apa yang salah," tegasnya.

Aktris blasteran Belgia itu juga tak menyangka peluncuran bukunya mendapat atensi positif dari masyarakat. Banyak yang memberi dukungan kepadanya untuk menyuarakan keadilan sebagai korban kekerasan seksual. 

"Jujur aku tidak menyangka. Awalnya aku pikir buku ini akan dibaca secara terbatas. Tapi ternyata responsnya besar sekali. Ada dukungan, ada juga polemik, dan itu aku terima sebagai bagian dari proses. Yang paling menyentuh buat aku adalah ketika perempuan muda dan orang tua bilang mereka merasa terbantu. Itu bikin semua ketakutan di awal terasa sepadan," pungkasnya.

Topik Menarik