Persib Paling Sedikit Kebobolan di Paruh Pertama Super League 2025-2026

Persib Paling Sedikit Kebobolan di Paruh Pertama Super League 2025-2026

Olahraga | inews | Kamis, 15 Januari 2026 - 15:22
share

BANDUNG, iNews.id – Persib menjadi tim paling minim kebobolan sepanjang paruh pertama Super League 2025-2026. Dari total 17 pertandingan, Maung Bandung hanya kemasukan 11 gol dan mencatatkan rekor pertahanan paling solid di liga sejauh ini.

Catatan impresif Persib terlihat jelas saat bermain di kandang. Dari delapan laga kandang, Persib cuma kebobolan satu gol, momen itu terjadi ketika menjamu Borneo FC.


Pertahanan Persib Paling Kokoh di Liga

Status sebagai tim dengan jumlah kebobolan terendah membuat Persib unggul atas para pesaing langsung. Persija Jakarta dan Persita Tangerang berada di bawah Persib dengan catatan 14 kali kebobolan.

Di posisi selanjutnya, Borneo FC dan Persebaya Surabaya sudah kemasukan 16 gol. Perbedaan angka ini menegaskan jarak kualitas lini pertahanan Persib dibandingkan kontestan lain di papan atas.

Konsistensi lini belakang Persib tidak lepas dari organisasi permainan yang rapi. Statistik tersebut menempatkan Persib sebagai standar baru pertahanan ideal di Super League 2025-2026.

Pelatih Persib Bojan Hodak menegaskan pentingnya kekuatan bertahan dalam persaingan liga. Dia menilai fondasi utama tim juara selalu berangkat dari pertahanan yang stabil.

"Jika melihat hasil dan klasemen, tentu yang paling penting adalah pertahanan berjalan dengan baik. Jadi sejauh ini pertahanan kami yang terbaik di liga, tentu saja ini adalah kunci (keberhasilan)," kata Hodak, dikutip dari situs resmi klub.


Lini Serang Masih Jadi Catatan

Meski unggul di sektor pertahanan, Persib belum menjadi tim paling produktif dalam urusan mencetak gol. Persib baru mengoleksi 27 gol, kalah dari Malut United dengan 33 gol, Persija Jakarta 32 gol, serta Borneo FC yang sudah mencetak 31 gol.

Situasi tersebut membuat sektor penyerangan masuk daftar evaluasi tim pelatih. Hodak menilai keseimbangan antara bertahan dan menyerang tetap krusial dalam perburuan gelar.

"Karena serangan bisa memenangkan pertandingan. Tapi pertahanan juga bisa memenangkan gelar juara," tegasnya.

Topik Menarik