Fajar/Fikri Melejit di 2025, Pelatih Bongkar Titik yang Kini Dibidik Lawan
JAKARTA, iNews.id - Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri tampil menggebrak sepanjang 2025 hingga membuat lawan-lawan dunia mulai sibuk membedah permainan mereka. Kondisi itu diungkap langsung pelatih ganda putra Indonesia, Antonius Budi, usai melihat dampak performa impresif anak asuhnya.
Fajar/Fikri menjadi pasangan paling mencuri perhatian di sektor ganda putra Indonesia sepanjang 2025. Pasangan Pelatnas PBSI Cipayung tersebut mengoleksi gelar prestisius dan mencatat lonjakan peringkat yang signifikan hanya dalam satu musim.
Salah satu pencapaian terbesar mereka hadir di China Open 2025. Gelar ini terasa spesial karena mengakhiri puasa panjang ganda putra Indonesia di turnamen level Super 1000, sekaligus mengukuhkan kehadiran Fajar/Fikri di papan atas dunia.
Konsistensi mereka tidak berhenti di satu turnamen. Grafik performa terus menanjak hingga Fajar/Fikri memastikan tiket ke BWF World Tour Finals 2025 di Hangzhou, China, ajang penutup musim yang hanya diikuti pemain elite dunia.
Hasil tersebut mengantar Fajar/Fikri duduk di peringkat empat dunia. Pencapaian ini dinilai luar biasa karena diraih hanya dalam satu musim kebersamaan, sekaligus membuat PBSI mematenkan mereka sebagai pasangan tetap ganda putra Pelatnas Cipayung.
Lawan Mulai Mengulik, Fisik Jadi Fokus Utama
Antonius Budi menilai capaian besar di 2025 otomatis memunculkan tantangan baru. Banyak pihak mulai mencari celah permainan Fajar/Fikri sebagai bahan antisipasi musim berikutnya.
“Tentu kita bersyukur ya tahun lalu Fajar/Fikri bisa konsisten dari turnamen ke turnamen. Dan pasti evaluasi dari tahun lalu itu pasti PR kita untuk perbaiki untuk tahun ini 2026. Dari mungkin kekurangan-kekurangan secara teknik, secara fisiknya yang perlu di tingkatkan lagi, itu yang fokus ke situ,” kata Antonius saat ditemui di Pelatnas Cipayung, Kamis (15/1).
Pelatih berusia 52 tahun tersebut mengakui gaya bermain Fajar/Fikri sudah menjadi perhatian lawan. “Kalau di teknik itu ya mungkin kan banyak orang pasti akan mencari titik lemahnya. Contohnya kayak Fajar/Fikri stylenya kan depan, depan setengah ya kan, bola-bola setengah depan itu dia menguasai,” ucapnya.
Riyan Jefri Menggila di Ring Kickboxing, Indonesia Amankan Medali Emas Ke-61 SEA Games 2025
Antonius lalu menyoroti area yang menjadi fokus peningkatan. “Mungkin pada saat bola-bola belakang powernya ya kan, tenaganya ya itu yang perlu ditambah, smashnya itu umumnya seperti itulah,” lanjutnya.
Menurut dia, aspek fisik menjadi kunci utama pengembangan performa.
“Tentu gak lepas dari fisiknya, Fajar/Fikri itu ditambahlah kaya tahannya, sama strengthnya, sama power endurancenya itu ditambah, perlu ditingkatkan lagi untuk bisa lebih baik prestasinya di tahun 2026, pasti itu,” tambah Antonius.
Sebagai bagian dari persiapan, Fajar/Fikri memilih absen di India Open 2026 yang sedang berlangsung. Pasangan peringkat empat dunia tersebut memfokuskan diri menuju Indonesia Masters 2026 yang akan digelar pada 20–25 Januari, dengan target mempertahankan momentum sekaligus membuktikan peningkatan kualitas permainan.










