Abaikan Netanyahu, Trump Lanjutkan Pembentukan Dewan Perdamaian Gaza

Abaikan Netanyahu, Trump Lanjutkan Pembentukan Dewan Perdamaian Gaza

Terkini | inews | Minggu, 18 Januari 2026 - 10:49
share

WASHINGTON, iNews.id - Pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dilaporkan bakal mengabaikan protes Perdana Menteri Benjamin Netanyahu terkait komposisi anggota Dewan Perdamaian Gaza.

Netanyahu menolak komposisi orang-orang yang ditempatkan di dewan eksekutif karena ditetapkan tanpa melalui diskusi dengannya.

Portal berita Axios, mengutip keterangan seorang sumber pejabat AS, melaporkan pemerintahan Trump akan terus menerapkan rencana perdamaian Gaza terlepas dari keberatan Netanyahu.

"Ini adalah pertunjukan kami, bukan pertunjukan dia (Netanyahu). Kami berhasil melakukan banyak hal di Gaza dalam beberapa bulan terakhir yang tidak pernah terpikirkan sebelumnya, dan kami akan terus bergerak maju," kata pejabat senior tersebut, kepada Axios, dikutip Minggu (18/1/2026).

Dia membenarkan Netanyahu tidak dimintai pendapat mengenai komposisi anggota dewan eksekutif yang dipimpin Trump karena tidak memiliki wewenang.

"Jika dia ingin kita yang menangani Gaza, maka harus dengan cara kita. Kita sudah membujuknya. Biarkan dia fokus pada Iran dan biarkan kita menangani Gaza," ujarnya.

Pejabat itu juga menegaskan pemerintahan Trump tak akan menghabiskan waktu berdebat dengan Netanyahu. Masing-masing pihak menjalankan agenda sendiri.

"Dia akan menjalankan politiknya dan kita akan terus maju dengan rencana ini. Dia benar-benar tidak bisa melawan kita," tuturnya.

Kantor Perdana Menteri Israel pada Sabtu menyatakan komposisi keanggotaan Dewan Perdamaian Gaza yang juga disebut dengan Komite Koordinasi Nasional untuk Tata Kelola Jalur Gaza tidak berkoordinasi dengan Israel serta bertentangan dengan kebijakan.

Trump mengumumkan pembentukan Dewan Perdamaian Gaza, meliputi Menteri Luar Negeri (Menlu) AS Marco Rubio; utusan khusus Trump, Steve Witkoff; menantu Trump, Jared Kushner; mantan Perdana Menteri Inggris, Tony Blair; Presiden Bank Dunia Ajay Banga; dan Wakil Penasihat Keamanan Nasional AS, Robert Gabriel.

Topik Menarik