Ferry Penumpang Pesawat ATR Titip Pesan ke Anaknya sebelum Hilang Kontak, Apa Itu?
JAKARTA, iNews.id - Suasana haru menyelimuti keluarga Ferry Irrawan, pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) penumpang pesawat ATR 42-500 yang hilang kontak di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan pada Sabtu (17/1/2026). Istri Ferry, Meyla Eskaria Putri tak kuasa menahan air mata ketika mendapat informasi terkait musibah yang menimpa suaminya.
Saat ditemui di kediaman orang tua Ferry, Kota Bekasi, Jawa Barat, Meyla mencoba menguatkan diri untuk menceritakan komunikasi terakhir dengan suaminya. Melalui panggilan video call, Ferry menitipkan pesan sederhana untuk dua buah hatinya.
"Cuma sempat video call, cuma dia pesan ke anaknya, 'Makan yang banyak,' anak saya susah makan. Itu saja sih," kata Meyla, Minggu (18/1/2025).
Sementara itu, kakak kandung Ferry, Winda, juga mengungkapkan komunikasi terakhir dengan Ferry. beberapa saat sebelum pesawat tersebut dinyatakan hilang kontak. Dia memberi kabar ke Ferry tengah berlibur di puncak Bogor bersama istri dan anak Ferry.
"Kita lagi perjalanan dari liburan bawa anak ke Puncak itu aku masih kirim foto anak-anak ke dia, sekitar setengah sembilan," kata Winda di Kota Bekasi, Jawa Barat, Minggu (18/1/2026).
Selanjutnya, Winda mengirim kembali foto dan video anak Ferry yang sedang asyik bermain air. Namun, pesan tersebut tidak terkirim ke gawai Ferry.
Saat itu, dia menduga adiknya sudah berada di dalam pesawat.
"Setelah itu, aku kirim video anak-anak main air kan, di jam setengah sebelas, itu sudah nggak ada. Sudah ceklis satu. Mungkin lagi terbangnya saya enggak tahu, gitu," ucap Winda.
Dalam perjalanan pulang berlibur, Winda menerima informasi pesawat yang ditumpangi Ferry hilang kontak. Namun informasi tersebut tak langsung disebarkan kepada keluarga inti karena belum mendapat kepastian.
"Tadi saat kita di mobil, ada info teman gitu kan menginfokan kalau misalkan Ferry hilang kontak katanya seperti itu. Tapi kita belum bisa share karena belum ada kepastian," tutur dia.
Sebelumnya, Direktur Utama PT Indonesia Air Transport (IAT) Tri Adi Wibowo mengklarifikasi jumlah kru pesawat ATR 42-500 yang hilang kontak di Maros, Sulsel berjumlah 7 orang, bukan 8 orang seperti kabar yang beredar.
"Jadi ada yang beredar ada 8, kami sampaikan hanya 7 orang saja. Demikian," kata Adi di Kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan, Sabtu (17/1/2026).
Total jumlah orang yang ada di pesawat yakni 10 orang, dengan 3 orang di antaranya adalah penumpang.
Diketahui, pesawat terbang dari Bandara Adisutjipto (JOG), Yogyakarta, menuju Bandara Internasional Sultan Hasanuddin (UPG), Makassar, pada Sabtu. Pesawat dilaporkan hilang kontak saat akan mendarat.
Pesawat itu awalnya diarahkan oleh Air Traffic Control Makassar Area Terminal Service Center (MATSC) untuk mendekat ke landasan pacu RWY 21. Namun saat proses pendekatan, pesawat teridentifikasi tidak berada pada jalur yang seharusnya, sehingga ATC memberikan arahan ulang kepada awak pesawat untuk mengoreksi posisi.
ATC selanjutnya menyampaikan beberapa instruksi lanjutan guna membawa pesawat kembali ke jalur pendaratan yang sesuai prosedur. Setelah penyampaian arahan terakhir oleh ATC, komunikasi dengan pesawat terputus.









