Profil Biodata Maidi, Wali Kota Madiun yang Terkena OTT KPK Kasus Fee Proyek
MADIUN, iNews.id – Profil biodata Maidi, Wali Kota Madiun yang terkena Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menarik diselami. Tidak hanya Maidi, KPK juga menangkap delapan orang lainnya. Mereka kini diterbangkan ke Jakarta untuk diperiksa intensif.
"Selanjutnya 9 orang di antaranya dibawa ke Jakarta untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Salah satunya wali kota Madiun," kata Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo.
Selain itu, lanjut Budi, penyidik KPK juga mengamankan barang bukti berupa uang tunai senilai ratusan juta rupiah. "Peristiwa tertangkap tangan ini diduga terkait dengan fee proyek dan dana CSR di wilayah Kota Madiun," ujarnya.
Sebagai pejabat yang memiliki rekam jejak panjang di birokrasi, sosok Maidi dikenal luas oleh masyarakat Madiun sejak menjabat sebagai Sekretaris Daerah hingga akhirnya terpilih menjadi orang nomor satu di Kota Pendekar. Berikut adalah profil dan perjalanan karier Maidi.
Profil Biodata Maidi, Wali Kota Madiun yang Terjaring OTT KPK
Nama Lengkap: Dr. Maidi M.Pd.
Tempat, Tanggal Lahir: Magetan, 12 Mei 1961
Agama: Islam
Instansi: Pemerintah Kota Madiun
Alamat Kantor: Jl. Pahlawan No. 37, Kota Madiun
Rumah Dinas: Jl. Pahlawan No. 77, Kota Madiun
Riwayat Pendidikan
Maidi dikenal sebagai pejabat yang sangat peduli dengan akademisi, terlihat dari deretan gelar yang dimilikinya dari berbagai universitas:
Pendidikan
- SD Ngancar
- SMP Negeri Plaosan
- SMA Negeri 3 Madiun
- IKIP Surabaya (Gelar Sarjana Pendidikan)
- Universitas Merdeka (UNMER) Madiun
- Universitas Satyagama Jakarta
- Universitas PGRI Adi Buana Surabaya
- Universitas Terbuka Surabaya
Perjalanan Karier
Sebelum terjun ke politik praktis, Maidi meniti karier dari bawah sebagai tenaga pendidik (guru), yang kemudian membawanya ke puncak pimpinan birokrasi di Kota Madiun.
Mengawali karier sebagai CPNS di SMP 2 Pilangkenceng (1988).
Menjadi Guru di SMUN 1 Madiun selama 13 tahun (1989–2002).
Menjabat sebagai Kepala Sekolah SMUN 2 Madiun (2002).
Jabatan Struktural (2002–2018):
Kepala Bagian Tata Usaha Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Madiun.
Kepala Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Kota Madiun (2006–2009).
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Madiun: Menjabat cukup lama (2009–2018) di bawah kepemimpinan bupati/wali kota sebelumnya, menjadikannya sosok yang sangat paham tata kelola anggaran daerah.
Karier Politik (2019–Sekarang):
Wali Kota Madiun Periode I (2019–2024): Berhasil membawa banyak perubahan fisik pada wajah Kota Madiun, termasuk proyek "Pahlawan Street Center".
Wali Kota Madiun Periode II (2025–Sekarang): Kembali terpilih dan tengah menjalankan masa jabatannya sebelum kabar OTT KPK beredar.










