Mengharukan, Zul Zivilia Bersyukur Bisa Lebih Lama Bertemu Istri dan Anak di Lapas

Mengharukan, Zul Zivilia Bersyukur Bisa Lebih Lama Bertemu Istri dan Anak di Lapas

Gaya Hidup | inews | Kamis, 22 Januari 2026 - 19:57
share

JAKARTA, iNews.id – Musisi Zulkifli atau yang akrab disapa Zul Zivilia masih menjalani masa hukuman akibat kasus narkoba. Di tengah keterbatasan ruang dan waktu, Zul mengucap syukur karena bisa bertemu sang istri, Retno Paradinah, dan anak-anaknya lebih lama di Lapas Narkotika Gunung Sindur, Bogor, Jawa Barat.

Momen haru tersebut terjadi saat Zul menghadiri acara perilisan single kolaborasinya bersama Putri Ajeng, mantan personel 7Icons. Kesempatan itu menjadi ruang langka bagi Zul untuk melepas rindu yang selama ini tertahan aturan jam besuk.

Zul mengakui selama menjalani masa tahanan, pertemuan dengan keluarga selalu dibatasi waktu. Kondisi tersebut kerap menyisakan perasaan hampa, terutama saat harus kembali berpisah dengan anak-anaknya.

“Yang jelas dia biasanya besukan, dan itu waktunya terbatas kalau datang. Dia tiba di sini paling jam 10.30, jam 11.30 sudah harus pulang. Jadi terbatas, sama anak-anak juga kurang,” ujar Zul Zivilia di Lapas Gunung Sindur, belum lama ini.

Zul bersyukur kegiatan tersebut mendapat izin pihak lapas sehingga keluarga bisa mendampingi lebih lama. Dia merasa momen kebersamaan itu menjadi penguat mental dalam menjalani hari-hari di balik jeruji besi.

“Karena terburu-buru waktu. Kalau sekarang kan Alhamdulillah ada kegiatan seperti ini dan diberikan izin oleh pihak Lapas sehingga bisa ikut dalam acara ini,” katanya.

Perasaan haru juga dirasakan Retno Paradinah yang setia mendampingi sang suami. Dia mengaku bangga karena Zul tetap aktif berkarya meski berada dalam keterbatasan.

“Alhamdulillah senang banget, apalagi ini momennya momen yang istimewa banget. Cuma sayangnya hujan, jadi agak kurang gimana, tapi Alhamdulillah berjalan dengan lancar,” tutur Retno.

Tak ingin menyia-nyiakan waktu, Zul langsung memanfaatkan kesempatan tersebut untuk bermain dan bercengkerama dengan anak-anaknya. Dia mengaku pertemuan dengan keluarga menjadi hal paling berharga selama menjalani masa hukuman.

“Saya sebenarnya pengen setiap saat dibesuk, cuma kan Cibubur ke sini lumayan jauh. Biaya juga, anak-anak sekolah, karena waktu besukan pas jam sekolah, Senin sampai Kamis,” ungkapnya.

Zul menyebut anak-anaknya terkadang hanya bisa datang dua hingga tiga bulan sekali. Kerinduan tersebut terus dia simpan sembari berharap masa hukumannya segera berakhir.

Selama berada di Lapas Gunung Sindur, Zul tetap aktif mengikuti berbagai kegiatan dan berinteraksi dengan sesama warga binaan, termasuk narapidana perempuan dalam kegiatan tertentu.

Saat ditanya soal perasaannya, Retno justru menanggapi dengan santai. Dia mengaku sudah terbiasa dan tidak merasa cemburu. “Udah kebal saya,” kata Retno sambil tertawa.

Zul pun menimpali dengan nada ringan. “Dia tahu saya nggak ada perasaan. Mau ada juga susah, dia di Lapas sana. Kalau ada perasaan dia bakal cemburu pasti,” ujarnya.

Kisah Zul Zivilia menjadi potret kerinduan seorang ayah dan suami yang terpisah oleh kesalahan masa lalu. Namun di balik jeruji besi, cinta, harapan, dan doa keluarga tetap menjadi cahaya yang menguatkan langkahnya.

Topik Menarik