7 Pengembang Swasta bakal Investasi Bangun MRT Rute Kembangan-Balaraja
JAKARTA, iNews.id - PT MRT Jakarta (Perseroda) menyebut setidaknya ada tujuh pengembang atau developer swasta yang turut serta membangun proyek moda raya terpadu (MRT) Fase 3 Timur-Barat rute Kembangan-Balaraja. Upaya pendanaan ini digadang-gadang sebagai alternatif untuk tidak terlalu bergantung APBD Jakarta.
Direktur Utama MRT Jakarta, Tuhiyat menyebut, rencana investasi dari developer masih dalam pembahasan, sebelum akhirnya bisa menandatangani nota kesepahaman. Masuknya modal swasta memegang peran penting dalam perampungan proyek jalur MRT yang diproyeksikan memiliki panjang jalur 29,9 kilometer (km) dan 14 stasiun ini.
"Kalau kami bisa bangun titik-titik ini, ya itu 60 persen cost dari total cost. Sehingga negara tinggal membangun sisanya tuh 40 persen. Ini adalah skema yang coba kami dorong dalam rangka semangatnya untuk membangun infrastruktur massal, modern, tetapi dari sisi fiskal kita efisien," ucap Tuhiyat dalam forum diskusi di kantor MRT Jakarta, Selasa (27/1/2026).
Tuhiyat menambahkan, investasi developer di rute Kembangan-Balaraja tinggal menunggu waktu. Para investor menunjukan tanda-tanda ketertarikan atas dasar kepentingan konektivitas yang dapat memudahkan akses ke lokasi perumahan yang mereka bangun.
Sedikitnya ada tujuh developer yang diprospek untuk meneken nota kesepahaman.
"(Developer) sangat tertarik. Mereka ingin membangun kawasan stasiunnya. Kami dorong namanya developer contribution. Anda (developer) bangun stasiun, nanti kami hubungkan," ucapnya.
Dia menekankan realisasi pembangunan jalur MRT yang menghubungkan dua provinsi tersebut bakal bisa mengurai masalah konektivitas. Jakarta sebagai tujuan tempat bekerja dan berbisnis telah banyak diisi penduduk asal Bodetabek. Sehingga, perlu inisiatif antar-pemerintah daerah.
"Kami sadar dan atas dasar itu MRT aktif sekarang. Aktifnya apa? Mendorong masing-masing pemerintah, men-drive pemerintah. Supaya bisa terkoneksi secara cepat. Sehingga penumpang yang dari sana tidak membawa mobil pribadi. Stop di sana, masuk MRT," tuturnya.









