Gus Yahya Bersyukur Konflik Internal Berakhir di Peringatan Harlah 100 Tahun NU

Gus Yahya Bersyukur Konflik Internal Berakhir di Peringatan Harlah 100 Tahun NU

Terkini | inews | Sabtu, 31 Januari 2026 - 11:41
share

JAKARTA, iNews.id - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Yahya Cholil Staquf menyinggung dinamika di internal jelang peringatan Hari Lahir (Harlah) 100 Tahun NU yang sempat menerpa. Namun, kondisi tersebut saat ini sudah berbalik.

Awalnya, Gus Yahya menyampaikan rasa syukur atas kehadiran seluruh perwakilan pengurus NU dari berbagai penjuru tanah air.

"Alhamdulillah hadirin sekalian seluruh PWNU yang ada, PCNU yang ada mengirim perwakilannya dalam kesempatan peringatan harlah 100 tahun masehi ini. 38 PWNU dan 548 PCNU seluruh Indonesia hadir bersama kita. Alhamdulillah," ucap Gus Yahya dalam pidatonya di Peringatan Harlah 100 Tahun NU di Istora Senayan, Jakarta, Sabtu (31/1/2026).

Gus Yahya mengungkapkan rasa syukur ini karena adanya beragam sejumlah tantangan untuk bisa sampai pada acara peringatan Harlah 100 Tahun NU, mulai dari cuaca hingga dinamika di internal.

"Setelah didahului dengan hujan lebat pagi tadi, dan juga didahului dengan dinamika yang tidak kalah hebatnya, hari ini kita rayakan, kita peringati, harlah 100 tahun masehi NU sebagai NU yang satu. Alhamdulillah," katanya. 

Selain itu, Gus Yahya juga membahas segala pencapaian dari NU selama satu abad terakhir. 

“Kita ingin agar organisasi ini dikonsolidasikan sekian rupa sehingga kinerjanya bisa lebih terukur, solid. Alhamdulillah sekarang sudah berjalan sedemikian rupa dan sangat terasa manfaatnya baik oleh jajaran maupun masyarakat,” tuturnya.

Yahya juga mengungkapkan peran NU dalam organisasi dunia. Besarnya hal itu membuatnya yakin dengan usaha NU untuk mewujudkam perdamaian dunia dan terlibat dalam isu-isu kemanusiaan.

“NU memiliki posisi yang kuat pada peta masyarakat, karena itu kita didorong untuk berperan lebih aktif, lebih berani melakukan kontak-kontak dengan pihak manapun untuk kontribusi mengupayakan masalah global dan kemanusiaan dari perspektif nilai agama,” katanya.

Topik Menarik