Sejumlah Petinggi OJK dan BEI Mundur, PDIP: Menunjukkan Tanggung Jawab Moral
JAKARTA, iNews.id - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) turut merespons mundurnya sejumlah pejabat keuangan di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI). PDIP menilai bahwa sikap itu merupakan tanggung jawab moral dari pemimpin.
"Di dalam Rakernas Pertama PDI Perjuangan, temanya kan Satyam Eva Jayate, ini adalah perisai moral. Sehingga ketika kami melihat ada pejabat yang menunjukkan tanggung jawab moralnya," kata Sekretaris Jenderal PDIP, Hasto Kristiyanto, Sabtu (31/1/2026).
Hasto menilai bahwa sikap itu menunjukkan teladan baru pemimpin. Artinya, setiap pemimpin lebih mengedepankan kepentingan bangsa dan rakyat.
"Kemudian yang lebih penting saat ini adalah bagaimana otoritas moneter, fiskal, untuk bersama-sama dan sektor riil agar berbagai persoalan yang terjadi di sektor keuangan, di pasar modal, itu tidak mengganggu sektor riil. Kepentingan rakyat, bangsa, dan negara harus dikedepankan," tutur dia.
Sebagai informasi, lima pejabat keuangan mundur serentak pada Jumat (30/1/2026). Pejabat yang mundur pertama merupakan Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI), Iman Rachman.
Di hari yang sama, empat pejabat Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga mundur. Mereka di antaranya:
1.Mahendra Siregar, mundur dari jabatan Ketua Dewan Komisioner OJK
2.Inarno Djajadi, mundur dari jabatan Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK (PMDK)
3.IB Aditya Jayaantara, mundur dari jabatan Deputi Komisioner Pengawas Emiten, Transaksi Efek, Pemeriksaan Khusus, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK
4.Mirza Adityaswara, mundur dari jabatan Wakil Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan.










