Pensiun dari MK, Arief Hidayat: Saya Sedih kalau MK Teraniaya

Pensiun dari MK, Arief Hidayat: Saya Sedih kalau MK Teraniaya

Terkini | inews | Rabu, 4 Februari 2026 - 14:29
share

JAKARTA, iNews.id - Mantan Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) Arief Hidayat mengaku tak sedih harus meninggalkan institusi tempat dirinya mengabdi selama 13 tahun karena pensiun. Ia justru sedih jika MK teraniaya.

"Tapi saya akan merasa sedih kalau Mahkamah ini kemudian teraniaya dan Mahkamah ini tidak bisa berdiri tegak menegakkan hukum konstitusi dan ideologi bangsa," ujar Arief dalam sambutannya di wisuda purnabaktinya sebagai hakim konstitusi di ruang sidang utama MK, Jakarta Pusat, Rabu (4/2/2026).

Lebih lanjut, Arief menyampaikan bahwa setiap manusia memiliki batasan dalam hidupnya. Termasuk batasan mengenai karier maupun jabatan. Ia mengaku selama menjabat sebagai hakim konstitusi, semua dinamika sudah pernah dilewati. Baik hal yang menyenangkan, hingga dinamika yang penuh kesedihan dan kepiluan yang terjadi di MK ini.

"Saya merasakan begini, ternyata manusia itu ada batasnya. Batas hidup, batas jabatan, batas karier, dan batas apa pun juga manusia selalu ada batasnya," ungkap dia.

Oleh karena itu, ia berpesan kepada seluruh pihak, khususnya para tamu yang hadir di ruang sidang utama MK tentang batasan-batasan tersebut. Arief meminta tak boleh batasan itu dilawan, dan harus bisa diikhlaskan.

"Kita harus menyadari bahwa semuanya ada batasnya, baik batas-batas usia maupun batas-batas jabatan, karier, dan batas mempunyai apa pun itu ada batasnya. Oleh karena itu kita harus ikhlas, legowo, bisa menerima batas-batas itu," ucap Arief.

Topik Menarik