Dubes Sudan Ungkap Negaranya Diacak-acak Asing karena Kaya Sumber Daya Alam

Dubes Sudan Ungkap Negaranya Diacak-acak Asing karena Kaya Sumber Daya Alam

Terkini | inews | Rabu, 4 Februari 2026 - 21:01
share

JAKARTA, iNews.id - Sudan dilanda perang saudara sejak 2023 yang hingga kini telah merenggut ribuan nyawa. Konflik dipicu oleh upaya perebutan wilayah kekuasaan oleh paramiliter Pasukan Dukungan Cepat (RSF) dan sempat menguasai beberapa wilayah di Sudan bagian Barat.

Duta Besar (Dubes) Sudan untuk Republik Indonesia, Yassir Mohamed Ali Mohamed, mengatakan konflik di negaranya memiliki satu tujuan yakni upaya pihak asing untuk menguasai sumber daya alam Sudan yang sangat kaya.

Yassir mengatakan konflik yang terbadi di Sudan merupakan bagian dari agenda dan propaganda asing karena negaranya kaya dengan sumber daya alam, pertanian, mineral.

"Ini adalah agenda besar untuk melucuti negara ini. Sudan adalah salah satu negara terkaya di dunia. Saya sampaikan ini karena ini adalah fakta," kata Dubes Yassir, saat berbincang dengan jurnalis di Kedutaan Besar Sudan, kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (4/2/2026). 

Dia menambahkan, berdasarkan indeks kekayaan sumber daya alam negara-negara Afrika.

Bukan hanya kekayaan di dalam tanah, Dubes Yassir melanjutkan kekayaan alam Sudan juga berada di permukaan tanah dengan hasil pertaniannya yang melimpah.

Dubes menjelaskan, Sudan merupakan penghasil kacang-kacangan terbesar di dunia, salah satunya adalah kedelai.

Dengan kondisi tersebut, lanjut Yassir, negara-negara asing tak suka melihat kemakmuran Sudan, sehingga berupaya untuk mengganggunya.

Pemberontakan yang terjadi di Sudan di saat ini, dilakukan oleh RSF, juga bagian dari agenda asing. Seperti diketahui, RSF mendapat dukungan persebjataan oleh negara Arab.

"Ini sudah bukan rahasia lagi, bahkan negara-negara Barat juga mengakui itu," ujarnya. 

Dubes Yassir melanjutkan, pemberitaan media asing menyebutkan situasi Sudan mencekam, namun sebenarnya kondisi tersebut hanya di wilayah yang jauh dari pusat pemerintahan.

"Seperti Indonesia, Sudan adalah negara yang sanga luas. Mungkin seperti Jakarta dengan Papua, Aceh,"  ujarnya, seraya menambahkan konflik terjadi di wilayah Sudan bagian barat, sementara wilayah timur dan selatan aman.

Topik Menarik