Istana Prihatin Hakim di Depok Kena OTT, Ingatkan Gaji sudah Naik

Istana Prihatin Hakim di Depok Kena OTT, Ingatkan Gaji sudah Naik

Berita Utama | inews | Jum'at, 6 Februari 2026 - 15:51
share

JAKARTA, iNews.id - Istana melalui Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi buka suara terkait kasus hakim di Depok, Jawa Barat yang terjaring operasi tangkap tangan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (OTT). Prasetyo prihatin dengan penangkapan tersebut.

Padahal, Presiden Prabowo Subianto sudah menaikkan gaji hakim yang bertujuan agar kesejahteraan mereka cukup dan tidak korupsi. Prasetyo mengakui, kenaikan gaji memang tidak otomatis menghilangkan praktik korupsi.

“Ya kan tidak kemudian secara otomatis sebuah upaya itu akan mampu menghilangkan secara menyeluruh praktik-praktik yang tidak baik di peradilan kita,” ujar Prasetyo di Kompleks Istana Negara, Jakarta, Jumat (6/2/2026).

“Tapi, bahwa sebagai sebuah upaya untuk meningkatkan kesejahteraan hakim, kan kita berharap itu dengan diberikan kesejahteraan, kita berharap tidak akan tergoda untuk melakukan hal-hal yang kurang baik,” tambahnya.

Lebih lanjut, Prasetyo agar semua institusi berupaya memperbaiki diri.

“Ya bahwa masih ada yang terjadi tentu kita prihatin, tapi ya terus menerus kita imbau kepada semua institusi untuk memperbaiki diri, ya kalau bicaranya korupsi ya bagaimana menghentikan budaya-budaya korupsi, kongkalikong dan sebagainya,” katanya.

Sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan operasi tangkap tangan (OTT) pada Kamis (5/2/2026). Operasi senyap tersebut dilakukan di Depok, Jawa Barat.

Wakil Ketua KPK, Fitroh Rohcahyanto mengungkapkan tim KPK turut menangkap hakim. Namun, identitasnya belum disebut. 

"Benar," ujar Fitroh saat dikonfirmasi. 

KPK juga menyita uang ratusan juta dalam OTT tersebut.

Topik Menarik