Wamenkes Larang Rumah Sakit Tolak Pasien Cuci Darah Status PBI BPJS Nonaktif

Wamenkes Larang Rumah Sakit Tolak Pasien Cuci Darah Status PBI BPJS Nonaktif

Terkini | inews | Jum'at, 6 Februari 2026 - 17:27
share

JAKARTA, iNews.id - Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono menegaskan pihak rumah sakit dilarang menolak pasien cuci darah meski status PBI BPJS nonaktif. Seperti apa penjelasan selengkapnya? 

Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono menyampaikan hal tersebut menyusul viralnya kasus puluhan pasien cuci darah yang terancam gagal diobati karena status PBI BPJS Kesehatan tiba-tiba dinonaktifkan. 

"Enggak boleh, enggak boleh menolak," tegas Dante saat ditemui iNews.id di kawasan Jakarta, Jumat(6/2/2026). 

Ia menyebut, status PBI BPJS Kesehatan yang dimiliki pasien cuci darah bisa diaktifkan kembali, sehingga rumah sakit tidak boleh menolak pasien tersebut dan biaya penanganan bisa dibayar melalui PBI BPJS Kesehatan yang diterima oleh pasien. 

"Jadi kami harapkan kalau memang membutuhkan cuci darah, bisa diaktifkan kembali BPJS-nya dan sama sekali tidak akan kami tolak untuk cuci darah,” ucap dia.

Selain pasien cuci darah, sebelumnya dalam konferensi pers di RSJP Harapan Kita, Jakarta, Dante juga menekankan bahwa rumah sakit tidak boleh menolak pasien dengan kasus berat yang harus segera ditangani. 

“Kalau ada kasus yang berat, ada kasus jantung, apa pun (kasus) jantungnya, tidak boleh ada pasien yang ditolak. Itu prinsip yang harus diperhatikan. Tidak ada kasus yang ditolak, berapa pun biaya yang akan dikeluarkan,” beber Wamenkes Dante.

Meski demikian, langkah tersebut akan dibarengi dengan skala prioritas terhadap kondisi pasien. Jika pasien yang menderita penyakit akut dan bisa berakibat fatal, maka pasien tersebut akan ditangani terlebih dahulu. Nantinya, pembiayaan bisa ditanggung asuransi, subsidi pemerintah, atau rumah sakit bahkan yayasan. 

“Tapi, kami pilih prioritas sesinya. Yang kasus yang akut, yang berat dan akan segera menimbulkan efek yang fatal, kami tangani dulu. Nanti pembiayaannya kami atur, apakah dari BPJS atau dari asuransi kalau punya asuransi atau disubsidi oleh rumah sakit atau oleh kementerian atau oleh yayasan," ujar Wamenkes Dante.

Topik Menarik