Kejar Tax Ratio 12 Persen, Purbaya: Kita Pesta Makan-Makan kalau Terjadi

Kejar Tax Ratio 12 Persen, Purbaya: Kita Pesta Makan-Makan kalau Terjadi

Terkini | inews | Sabtu, 7 Februari 2026 - 13:48
share

JAKARTA, iNews.id - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memasang target ambisius untuk meningkatkan rasio perpajakan (tax ratio) Indonesia dari kisaran 9 persen menjadi 12 persen. Target ini ditetapkan seiring dengan tren pemulihan ekonomi nasional yang semakin solid.

Dalam acara Pelantikan Pejabat Kementerian Keuangan, Purbaya menegaskan bahwa perbaikan pengumpulan pajak harus dilakukan secara signifikan untuk memperkuat postur fiskal negara.

"Tapi saya harapkan dengan membaiknya ekonomi, dan ke depan akan lebih baik lagi, kita bisa mengumpulkan pendapatan dari tax, maupun Bea Cukai yang lebih tinggi lagi. Saya sih harap-mengharapkan ada perbaikan tax collection rate yang signifikan dari 9 persen sekarang, mungkin 11-12 persen untuk tahun ini, tahun depan kita perbaiki lagi," ujar Purbaya, Jumat (6/2/2026).

Ia mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto sering menyoroti kinerja Direktorat Jenderal Pajak (DJP) serta Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC), terutama terkait isu kebocoran penerimaan negara dan praktik under-invoicing.

Purbaya pun berharap di akhir tahun 2026, prestasi jajarannya dapat membungkam keraguan tersebut. Sebagai motivasi, ia bahkan menjanjikan perayaan khusus bagi para pegawai jika target tersebut berhasil ditembus.

"Kalau prestasi kita bagus dan tax collection-nya naik ke 11-12 persen, alasan itu sudah hilang. Nanti kita pesta makan-makan kalau itu kejadian. Jadi, semangat perbaiki kinerja pajak, perbaiki kinerja keuangan, perbaiki kondisi fiskal," ungkapnya.

Eks Ketua DK LPS ini pun mengingatkan jajaran DJP tidak bisa lagi menggunakan alasan perlambatan ekonomi jika target penerimaan tahun ini meleset. Dengan pertumbuhan ekonomi yang diprediksi semakin kuat, Purbaya mengaku akan sulit membela kinerja Kemenkeu di hadapan legislatif jika realisasi pajak tetap rendah.

Selain mengejar angka, fokus utama Purbaya adalah menindak tegas praktik-praktik ilegal yang merugikan pendapatan negara. Ia mengaku prihatin setiap kali Presiden menyinggung adanya kebocoran di sektor perpajakan dan kepabeanan dalam setiap rapat kabinet.

"Jangan sampai pula nanti presiden masih mengumumkan hal-hal seperti ini. Dia bilang gini, ada kebocoran. Pajaknya ada under-invoicing di Bea Cukai dan perpajakan kita. Beliau mengungkapkan itu berkali-kali setiap meeting. Saya sedih ngelihatnya," pungkas Purbaya.

Topik Menarik