PBI BPJS 120 Ribu Pasien Kronis Nonaktif, Menkes: Kalau Layanan Berhenti, Bisa Wafat
JAKARTA, iNews.id - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan, ada 16.804 pasien kanker dengan status PBI BPJS Kesehatan nonaktif. Ini situasi yang sangat fatal.
Sebab, dengan nonaktifnya PBI BPJS Kesehatan, pasien kanker akan terhambat dalam menerima layanan. Dan jika layanan berhenti karena status BPJS Kesehatan mereka nonaktif, ini dapat menyebabkan kematian.
"Kalau layanan berhenti, bisa wafat. Ini bahaya sekali," ujar Menkes Budi di sesi Rapat Konsultasi bersama Pimpinan DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (9/2/2026).
Tak hanya pasien kanker, pasien jantung, pasien gagal ginjal yang membutuhkan cuci darah, hingga pasien stroke juga bakal mengalami dampak buruk jika layanan pengobatan berhenti akibat keanggotaan BPJS Kesehatan mereka nonaktif.
Agar memastikan layanan pengobatan tetap diberikan kepada pasien penyakit kronis, Menkes mendorong supaya dikeluarkan SK Kementerian Sosial untuk mereaktivasi otomatis PBI BPJS Kesehatan pasien katastropik tersebut.
"Cukup dengan SK Kemensos, direaktivasi otomatis. Jadi, tidak ada lagi layanan yang berhenti," ungkap Menkes.
Menkes juga menilai skema ini tidak membutuhkan anggaran besar. Jika dihitung dari sekitar 120 ribu pasien penyakit kronis dengan iuran PBI Rp42 ribu per orang per bulan, total kebutuhan anggaran sekitar Rp5 miliar per bulan.
"Kalau tidak bulan, paling sekitar Rp15 miliar untuk otomatis mereaktivasi yang tadi PBI-nya keluar (nonaktif)," ungkap Menkes Budi.










