Gajah Mati Tanpa Kepala di Riau, Menhut: Tak Ada Ampun bagi Pemburu Satwa Dilindungi!
JAKARTA, iNews.id - Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni mengecam peristiwa penemuan seekor gajah yang ditemukan dalam kondisi tanpa kepala dan gading di Pelalawan, Riau. Dia tidak akan memberi ampun bagi pelaku perburuan satwa yang dilindungi.
“Ada seekor gajah yang mati dimutilasi di Riau, di kampung halaman saya, di konsesi milik RAPP. Ini peristiwa yang sangat memprihatinkan dan melukai rasa kemanusiaan kita,” kata Raja Juli, Senin (9/2/2026).
Dia telah berkoordinasi langsung dengan aparat penegak hukum, termasuk Kapolda Riau Herry Heryawan, untuk memastikan pengungkapan kasus berjalan cepat dan tuntas. Dia tidak akan menoleransi sedikit pun praktik perburuan liar terhadap satwa dilindungi.
“Saya sudah telepon langsung Bapak Kapolda Riau. Beliau sudah turun ke lapangan bersama kepala balai kami untuk menginvestigasi kasus ini,” ujarnya.
Raja Juli menegaskan pelaku harus ditindak tanpa kompromi. Dia berharap kasus ini menjadi peringatan keras bagi para pemburu liar di seluruh Indonesia.
“Pesan saya sangat kuat dan jelas, kalau ketemu kita tidak kasih ampun. Saya harap ini adalah kejadian terakhir ada pemburuan liar terhadap gajah di Indonesia,” tuturnya.
“Sekali lagi kami akan bekerja keras dengan Kapolda dan kepolisian mencari siapa orang di belakang pembunuhan ini, yang sangat sadis dan jelas melanggar nilai-nilai dasar kemanusiaan kita,” imbuhnya.
Dia menegaskan negara hadir untuk melindungi satwa langka sebagai bagian dari kekayaan hayati Indonesia.
“Tidak ada ampun bagi siapa pun yang masih melakukan pemburuan liar terhadap satwa langka di Indonesia,” pungkasnya.










