9 Kampung Nelayan Baru di Pulau Jawa Rampung Dibangun, Ini Sebaran Lokasinya
JAKARTA, iNews.id – Program Sembilan Kampung Nelayan Baru di Pulau Jawa resmi rampung dan siap dimanfaatkan masyarakat pesisir. Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto menghadirkan kampung nelayan terintegrasi sebagai langkah memperkuat ekonomi pesisir dan meningkatkan kesejahteraan nelayan.
Seluruh pembangunan tahap awal telah selesai 100 persen. Kampung-kampung tersebut kini berdiri di sejumlah wilayah pesisir strategis di Pulau Jawa.
Sembilan Kampung Nelayan Baru di Pulau Jawa tersebar di beberapa provinsi. Di Jawa Tengah berada di Banyutowo, Bumiharjo, Jatimalang dan Karangduwur.
Sementara di Banten dibangun di Cikiruh Wetan. Adapun di Jawa Barat tersebar di Ciwaru, Gebang Mekar, dan Wanasari, serta di Jawa Timur berada di Pujiharjo.
Berdasarkan pantauan di lokasi, Sabtu (14/2/2026), seluruh bangunan berdiri di kawasan pesisir pantai dan dirancang terintegrasi. Fasilitas dibangun berdampingan untuk memudahkan aktivitas nelayan dari hulu ke hilir.
Di setiap kampung, pemerintah membangun balai nelayan, docking kapal, hingga pabrik es portabel. Selain itu tersedia shelter cold box dan shelter pendaratan ikan untuk menjaga kualitas hasil tangkapan.
Tak hanya itu, terdapat kios pemasaran ikan, bengkel nelayan, serta fasilitas perbaikan jaring. Dukungan logistik lainnya juga disiapkan agar rantai distribusi hasil laut lebih efisien.
Konsep ini dirancang agar nelayan tidak hanya bergantung pada tengkulak. Pemerintah ingin nelayan memiliki akses pasar yang lebih luas dan harga jual yang lebih kompetitif.
Presiden Prabowo menegaskan, program Desa atau Kampung Nelayan Merah Putih bertujuan membebaskan nelayan agar lebih mandiri. Pemerintah bahkan membuka peluang ekspor langsung dari desa jika kapasitas telah memenuhi syarat.
“Jadi Saudara-saudara, nanti desa-desa itu kita beri kebebasan, kalau dia mampu, kita akan permudah akses kepada ekspor. Dia bisa ekspor langsung,” ujar Prabowo dalam Indonesia Economic Outlook 2026, Jumat (13/2/2026).
Prabowo menambahkan pemerintah akan membuka akses pelabuhan hingga bandara untuk mendukung ekspor langsung dari desa nelayan.
“Kita akan buka pelabuhan-pelabuhan, lapangan-lapangan terbang boleh ekspor langsung,” katanya.
Legislator Perindo Fasilitasi BPJS Ketenagakerjaan bagi 1.000 Takmir Masjid dan Gereja di Mimika
Selain infrastruktur, regulasi juga akan disederhanakan guna mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis desa. Pemerintah menilai penguatan kampung nelayan berdampak langsung pada ketersediaan protein berkualitas dengan harga terjangkau.
“Dan mereka akan menghasilkan protein dalam kondisi yang tidak terlalu mahal untuk seluruh rakyat Indonesia,” ungkap Prabowo.
Ke depan, pemerintah menargetkan pembangunan sekitar 1.000 desa nelayan pada 2026. Jumlah itu akan ditingkatkan menjadi 5.000 desa pada 2029.
Setiap desa dirancang menampung 300 hingga 2.000 nelayan yang selama ini belum mendapatkan perhatian optimal. Program Sembilan Kampung Nelayan Baru di Pulau Jawa ini menjadi langkah awal transformasi ekonomi pesisir secara nasional.










