Terungkap Motif Paman dan Bibi di Surabaya Tega Aniaya Keponakan Balita hingga Dagu Sobek
SURABAYA, iNews.id - Polisi mengungkap kasus penganiayaan terhadap balita yang dilakukan oleh paman dan bibinya di Surabaya, Jawa Timur. Saat ini, kedua pelaku telah ditangkap.
Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Luthfie Sulistiawan mengungkapkan motif pelaku karena kesal lantaran korban dianggap rewel dan sering menangis. Emosi yang tak terkendali membuat pelaku memukul korban di bagian mulut dan tubuh, bahkan menggigitnya beberapa kali.
Dia menyampaikan, perlakuan paling parah terjadi saat korban dimandikan. Pelaku mendorong korban hingga terbentur toilet, menyebabkan luka cukup dalam di dagu hingga tulang terlihat.
"Memang yang bersangkutan merasa kesal, ya yang namanya anak kan kadang rewel, nangis sehingga dipukul dan yang paling parah saat mandi didorong hingga terbentur toilet," ujar Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Luthfie Sulistiawan, Rabu (18/2/2026).
Dia prihatin atas kasus ini dan akan menindak tegas pelaku. "Kita prihatin, Surabaya kita deklarasikan yang seharusnya kota ramah anak masih terjadi beberapa kasus yang melibatkan anak seperti korban," ucapnya.
Sementara itu, bibi korban mengaku sempat mengunci anak tersebut di kamar. " Saya kunci," kata Bibi korban di kantor polisi.










