Puting Beliung Sapu 12 Kecamatan di Pasuruan, Puluhan Pohon Tumbang 15 Rumah Rusak
PASURUAN, iNews.id - Hujan deras disertai angin kencang menerjang sejumlah wilayah di Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, Rabu (4/3/2026) petang. Dalam hitungan menit, cuaca ekstrem tersebut menyapu 12 kecamatan, merobohkan puluhan pohon serta merusak belasan rumah warga.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan, sedikitnya 12 kecamatan terdampak puting beliung. Wilayah tersebut meliputi Kecamatan Winongan, Grati, Bangil, Rejoso, Gondangwetan, Sukorejo, Kraton, Lekok, Lumbang, Purwodadi, Nguling, dan Pandaan.
BPBD mencatat terdapat sekitar 26 pohon tumbang yang tersebar di sejumlah titik. Kecamatan Winongan menjadi wilayah yang paling parah terdampak dengan tujuh titik pohon tumbang, disusul Kecamatan Grati lima titik dan Kecamatan Rejoso empat titik. Sementara kecamatan lainnya rata-rata hanya satu hingga dua titik pohon tumbang.
Selain pohon tumbang, sedikitnya 15 rumah warga dilaporkan mengalami kerusakan, baik ringan, sedang, maupun berat. Kerusakan paling parah terjadi di Kecamatan Winongan, Rejoso, dan Lekok. Bahkan, satu kantor KUA di Kecamatan Lekok juga dilaporkan mengalami kerusakan ringan.
"Hampir separuh di wilayah Pasuruan, yaitu 12 kecamatan terkena angin puting beliung sehingga ada 26 pohon tumbang dan 15 rumah yang tercatat yang mengalami kerusakan," ujar Kalaksa BPBD Kabupaten Pasuruan, Sugeng Hariadi.
Dalam kejadian ini, satu warga di Kecamatan Pandaan menjadi korban setelah tertimpa pohon tumbang. Korban mengalami luka di bagian kepala serta patah kaki dan langsung dirujuk ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan.
Dia mengatakan, masih melakukan pendataan serta penanganan di lokasi terdampak. "Korban luka berat yang ada di Kecamatan Pandaan, sudah dirujuk ke rumah sakit," katanya.
Tim BPBD bersama TNI, Polri, dan relawan saat ini masih melakukan pembersihan material pohon tumbang di sejumlah lokasi. Warga juga diimbau tetap waspada karena potensi cuaca ekstrem masih dapat terjadi.









