Tanah Bergerak di Sukabumi, Ratusan Warga Mengungsi 5 Hari Tinggalkan Rumah Rusak
SUKABUMI, iNews.id - Ratusan warga terdampak bencana tanah bergerak di Kampung Cijambe, Kecamatan Bantargadung, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat terpaksa meninggalkan rumah mereka yang rusak. Hingga hari kelima pascakejadian, warga masih bertahan di tenda-tenda pengungsian.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi membangun 10 tenda pengungsian sebagai tempat tinggal sementara bagi korban terdampak.
Dari total 355 warga yang terdampak, sedikitnya 207 orang harus mengungsi karena rumah mereka mengalami kerusakan berat bahkan ambruk sehingga tidak dapat lagi ditempati.
Selain kerusakan bangunan, warga juga khawatir akan potensi pergerakan tanah susulan yang dapat membahayakan keselamatan mereka. Tidak semua korban tinggal di posko pengungsian.
Puluhan warga lainnya memilih mengungsi ke rumah kerabat yang dinilai lebih aman. Mayoritas pengungsi terdiri dari perempuan dan anak-anak yang telah lima hari tinggal di tenda darurat.
Meski harus tidur dengan alas seadanya, para pengungsi mengaku tetap berusaha bertahan. Mereka juga harus menjalani ibadah puasa Ramadan di lokasi pengungsian.
"Di rumah takut ambruk," kata Suheti salah satu pengungsi.
Data BPBD Kabupaten Sukabumi mencatat sedikitnya 90 rumah warga mengalami kerusakan akibat pergerakan tanah. Sebanyak 25 rumah di antaranya rusak berat hingga ambruk, sementara 65 rumah lainnya mengalami kerusakan sedang dan ringan.
Selain merusak rumah warga, bencana tanah bergerak juga menyebabkan kerusakan pada sebuah pondok pesantren di kawasan tersebut. Hingga kini BPBD Kabupaten Sukabumi masih melakukan pendataan dan belum menetapkan status tanggap darurat terkait bencana tersebut.









