Brutal! Oknum Polisi di Sorong Diduga Tikam Adik Ipar hingga 8 Kali

Brutal! Oknum Polisi di Sorong Diduga Tikam Adik Ipar hingga 8 Kali

Nasional | inews | Sabtu, 7 Maret 2026 - 19:11
share

SORONG, iNews.id - Kasus penikaman yang melibatkan seorang oknum polisi menggegerkan warga Kota Sorong, Papua Barat Daya. Seorang polisi berpangkat Bripda berinisial MIM diduga menikam adik iparnya, AL (24) hingga mengalami delapan luka tusuk.

Peristiwa berdarah tersebut terjadi di Komplek Perumahan A5 Jaya Permai, Kelurahan Klamana, Distrik Sorong Timur, Kota Sorong, Jumat (6/3/2026) pukul 03.00 WIT.

Korban ditemukan warga dalam kondisi berlumuran darah sebelum akhirnya dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis akibat penganiayaan brutal tersebut.

Ayah korban, Lanuhu Buton, mengatakan pelaku lebih dulu mendatangi rumah tersebut sebelum terjadi aksi penikaman. Hal itu diketahui dari keterangan saksi serta rekaman CCTV milik tetangga.

“Berdasarkan keterangan saksi serta hasil pengecekan rekaman CCTV milik tetangga, pelaku mendatangi rumah korban,” ujar Lanuhu dikutip dari iNews Sorong Raya, Sabtu (7/3/2026).

Seorang saksi yang tinggal tepat di depan rumah korban awalnya berada di dalam kediamannya. Namun tak lama kemudian dia mendengar teriakan minta tolong dari arah rumah korban.

Mendengar teriakan tersebut, saksi segera keluar rumah dan memanggil warga sekitar. Saat warga mendatangi rumah korban, AL ditemukan dalam kondisi bersimbah darah namun masih sadar.

“Korban meminta agar segera dibawa ke rumah sakit,” katanya.

Korban kemudian dievakuasi menggunakan mobil milik tetangga menuju RS Sele Be Solu untuk mendapatkan penanganan medis.

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Papua Barat Daya Kombes Pol Junov Siregar, mengatakan korban mengalami delapan luka tusukan di beberapa bagian tubuh.

“Untuk luka tusuk ada delapan di antaranya tusukan benda tajam pada dada kiri, dua luka tusukan pada lengan kiri, dua luka tusukan pada lengan kanan,” kata Kombes Junov.

Selain itu, korban juga mengalami satu luka tusukan pada betis kanan, satu luka tusukan pada paha kanan belakang, serta satu luka tusukan pada perut kanan bawah.

Polisi yang menerima laporan langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Namun hingga kini senjata tajam yang diduga digunakan pelaku belum ditemukan.

“Barang bukti utama berupa pisau belum kita temukan. Barang bukti masih kita cari sampai malam ini karena dibuang oleh pelaku,” katanya.

Dari hasil penyelidikan sementara, pelaku diketahui merupakan anggota Polri yang bertugas di Yanma Polda Papua Barat Daya. Penikaman ini diduga dipicu konflik keluarga.

“Informasi awal menyebutkan pelaku memiliki dendam terhadap orang tua korban. Namun saat kejadian orang tua korban tidak berada di rumah,” ujar Kombes Junov.

Selain itu, penyidik juga mendalami dugaan konflik rumah tangga antara pelaku dengan istrinya yang merupakan kakak korban.

“Ada informasi terkait ketersinggungan karena adanya kalimat pisah ranjang, namun itu masih kami dalami. Motif sementara berkaitan dengan masalah keluarga,” katanya.

Penyelidikan juga mengarah pada dugaan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang sebelumnya dilakukan pelaku terhadap istrinya.

Saat ini pelaku telah diamankan dan masih menjalani pemeriksaan intensif oleh penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Papua Barat Daya. Sementara korban masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit akibat luka tusukan yang dideritanya.

Topik Menarik