Menkeu Purbaya: Anggaran MBG Tidak Dipangkas, Hanya Belanja Tak Produktif Dicoret

Menkeu Purbaya: Anggaran MBG Tidak Dipangkas, Hanya Belanja Tak Produktif Dicoret

Terkini | inews | Senin, 9 Maret 2026 - 20:35
share

JAKARTA, iNews.id – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan komitmen pemerintah untuk tetap mempertahankan pagu anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) di tengah dinamika ekonomi global. Kementerian Keuangan (Kemenkeu) akan menyisir ketat setiap alokasi anggaran guna memastikan dana tersebut benar-benar tepat sasaran dan efisien.

Penegasan ini disampaikan Purbaya untuk menepis isu pemotongan anggaran program prioritas tersebut. Dia menekankan efisiensi hanya akan menyasar komponen belanja pendukung yang dinilai tidak memberikan dampak langsung pada kualitas gizi penerima manfaat.

“Jadi (anggaran) MBG enggak akan dipotong, kecuali (untuk bagian program MBG) yang tidak produktif. Ya kita lihat aja. Kalau dia mengajukan untuk beli motor dan komputer maka kami coret. Terutama yang enggak perlu-perlu dan tidak berhubungan dengan makanan,” ujar Purbaya di Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin (9/3/2026).

Mengingat skala program MBG yang sangat besar, pemerintah akan menerapkan sistem evaluasi berkelanjutan. Purbaya menyebutkan dalam satu bulan ke depan, instansinya akan terus memantau efektivitas belanja agar setiap rupiah yang dikeluarkan memiliki nilai manfaat yang maksimal bagi masyarakat.

“Kita lihat terus dari waktu ke waktu. MBG tidak kami potong anggarannya, tetapi kita pastikan yang dibelanjakan betul-betul efektif dan efisien. Sambil lihat dalam waktu satu bulan,” kata Purbaya.

Purbaya sebelumnya mengaku telah melakukan simulasi mendalam terkait dampak kenaikan harga minyak mentah global terhadap postur APBN. Jika harga terus meroket hingga 92 dolar AS, dia berencana memotong anggaran program MBG.

Pasalnya, kata Purbaya, jika harga minyak dunia menyentuh rata-rata 92 dolar AS per barel sepanjang tahun, defisit anggaran berisiko membengkak hingga 3,6 persen sampai 3,7 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Oleh karena itu, pemangkasan anggaran dinilai langkah yang tepat untuk mencegah defisit menembus batas aman.

"Kita sudah exercise kalau harga minyak 92 dolar AS selama setahun rata-rata, maka defisitnya jadi 3,6 persen lebih tadi," kata Purbaya di kantornya, Jakarta, Jumat (6/3/2026).

"Kalau itu kita akan melakukan langkah-langkah supaya itu tidak terjadi. Bisa penghematan di mana? Misalnya penghematan di MBG," sambung dia.

Purbaya menegaskan penghematan akan dilakukan pada komponen pendukung, tanpa mengurangi kualitas atau kuantitas makanan yang diberikan kepada masyarakat.

Pemerintah berkomitmen untuk tetap menjaga esensi program tersebut sebagai prioritas nasional.

“Yang jelas MBG bagus, tapi kita akan cegah kalau ada belanja yang tidak terlalu mendukung langsung makanan itu,” ungkap Purbaya.

Topik Menarik