Gunung Tambora di NTB Naik Status ke Level II Waspada, Aktivitas Magma Meningkat

Gunung Tambora di NTB Naik Status ke Level II Waspada, Aktivitas Magma Meningkat

Nasional | inews | Selasa, 10 Maret 2026 - 14:28
share

DOMPU, iNews.id - Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menaikkan status Gunung Tambora yang berada di wilayah Kabupaten Dompu dan Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB) menjadi Level II Waspada per Selasa (10/3/2026) pukul 10.00 WITA. Kenaikan status tersebut terjadi setelah terdeteksi peningkatan aktivitas kegempaan yang berkaitan dengan pergerakan magma di bawah gunung api.

Kepala Badan Geologi Lana Saria mengatakan, peningkatan aktivitas Gunung Tambora terlihat dari meningkatnya jumlah gempa vulkanis dalam yang berkaitan dengan proses pergerakan magma dari kedalaman menuju kantong magma.

“Berdasarkan hasil evaluasi data visual dan instrumental, khususnya data kegempaan yang menunjukkan peningkatan signifikan pada Gempa Vulkanis Dalam, maka tingkat aktivitas Gunung Tambora dinaikkan dari level I (normal) menjadi level II (waspada) terhitung mulai tanggal 10 Maret 2026 pukul 10.00 WITA,” ujar Lana, Selasa (10/3/2026).

Dia menjelaskan berdasarkan data pemantauan kegempaan, pada Januari 2026 tercatat sebanyak 267 kejadian gempa vulkanik dalam. Jumlah tersebut meningkat cukup signifikan pada Februari 2026 dengan total 453 kejadian gempa vulkanik dalam.

Peningkatan tersebut mengindikasikan adanya peningkatan tekanan fluida magmatik serta suplai magma dari kedalaman menuju sistem magma yang lebih dangkal di bawah Gunung Tambora.

Data kegempaan pada periode 1 hingga 9 Maret 2026 juga menunjukkan aktivitas seismik yang masih cukup intensif.

Dalam periode tersebut tercatat sembilan kejadian gempa guguran, 88 gempa vulkanik dalam, 40 gempa tektonik lokal serta 24 gempa tektonik jauh.

Dominasi gempa vulkanik dalam menunjukkan bahwa dinamika magmatik di bawah tubuh gunung api masih berlangsung dan berpotensi meningkatkan aktivitas pada periode selanjutnya.

Secara visual, kondisi puncak Gunung Tambora umumnya teramati jelas hingga tertutup kabut. Namun selama periode pengamatan tidak terlihat adanya asap kawah.

Sehubungan dengan peningkatan status tersebut, masyarakat di sekitar Gunung Tambora serta pengunjung atau wisatawan diminta tidak memasuki wilayah radius 3 kilometer dari pusat aktivitas gunung.

Selain itu, masyarakat juga dilarang turun ke dasar kaldera serta tidak mendekati kerucut parasit Doro Afi Toi maupun Doro Afi Bou serta lubang-lubang tembusan gas yang terdapat di dasar kaldera.

“Masyarakat juga diimbau untuk mewaspadai potensi bahaya guguran atau longsoran batuan pada tebing dan dinding kaldera yang sewaktu-waktu dapat terjadi akibat ketidakstabilan lereng,” katanya.

Topik Menarik