Aktivis Pro Palestina: Perang Kemungkinan Berakhir, Ancaman Iran Bikin AS Ketar-ketir!
JAKARTA, iNews.id - Aktivis pro Palestina Muhammad Husein memprediksi perang antara Amerika Serikat (AS) dan Israel melawan Iran sudah berakhir. Dia mengatakan pernyataan sejumlah tokoh dunia sudah mengarah pada upaya penghentian perang.
"Tadi pagi saya ngonten kemungkinan perang sudah berakhir. Kita melihat indikasi 24 jam terakhir ini narasinya semua mengarah kepada penghentian perang," ujar Husein dalam program Rakyat Bersuara bertajuk 'Perang AS-Israel Vs Iran Meluas, Kita Harus Bagaimana?' di iNews, Selasa (10/3/2026).
Dia mengatakan Presiden AS Donald Trump, Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi (SNSC) Iran Ali Larijani, juru bicara Pasukan Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) Ali Mohammad Naini, hingga pihak Israel menggaungkan narasi yang menunjukkan perang mulai berhenti.
"Dari pagi kita pantau gak ada lagi serangan-serangan, gak ada serangan ke Iran, gak ada serangan ke Israel. (Intensitas serangan) sudah sangat turun sekali," tutur dia.
Dia menyoroti pernyataan Trump yang menyebut pencapaian-pencapaian operasi militer AS di Iran. Menurut dia, Trump ingin menyampaikan pesan tujuan dari operasi militer AS di Iran sudah tercapai.
"Jadi (Trump) sudah mengeluarkan statement-statement yang menunjukkan indikasi bahwa ya sudah kita sudah selesai, kita sudah berhasil," kata dia.
Selain itu, lanjutnya, Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu juga ikut menyampaikan pernyataan serupa.
"Dan terakhir pernyataan dari wakil menteri luar negeri Iran yang mengaku dihubungi beberapa negara besar, Rusia, China, Prancis, langsung dia memberikan syarat, 'Oke kalau emang ada mediator sini, kalau emang ada itikad berhenti kami siap tapi syaratnya hentikan serangan', jadi satu-satunya pihak memberikan syarat di sini adalah Iran," kata dia.
Husein mengatakan AS dan Israel juga mengalami tekanan dari negara-negara Eropa karena harga minyak dunia yang melonjak.
Selain itu, ancaman Iran kepada pihak-pihak yang menginginkan akses melintasi Selat Hormuz untuk mengusir duta-duta besar AS dan Israel dari negara mereka juga sukses membuat Trump cooling down.
"Pihak Iran sudah memberikan ultimatum yang unik tadi pagi, silakan bagi kalian yang mau dapat akses Selat Hormuz syaratnya satu, usir Kedubes Amerika dari negara-negara kalian dan Kedubes Israel, nah itu kan syarat yang bikin geger dunia, makanya saya melihat ada usaha cooling down di sini dari Donald Trump, meski pun dia tidak mengakui dia cooling down, tapi menggunakan narasi-narasi seolah dia berhasil mencapai banyak hal," kata Husein.










