Bukan Hanya 6, Persija Kirim 14 Pemain ke Timnas Indonesia di Berbagai Level
JAKARTA, iNews.id – Persija Jakarta mengirim 14 pemain ke Timnas Indonesia di berbagai level setelah enam pemain Macan Kemayoran masuk daftar pemanggilan pelatih John Herdman untuk agenda FIFA Series 2026.
Enam pemain Persija Jakarta yang dipanggil ke Timnas Indonesia senior adalah Rizky Ridho, Jordi Amat, Dony Tri Pamungkas, Fajar Fathurrahman, Witan Sulaeman, dan Mauro Zijlstra.
Jumlah tersebut membuat Persija Jakarta menjadi klub penyumbang pemain terbanyak bagi Timnas Indonesia pada agenda internasional tersebut. Meski belum tentu semua pemain masuk skuad final, pemanggilan ini mempertegas peran Macan Kemayoran sebagai salah satu pemasok utama pemain untuk skuad Garuda.
Direktur Persija Jakarta Mohamad Prapanca mengaku bangga melihat banyak pemain klubnya mendapat kepercayaan membela Timnas Indonesia. Dia menilai kondisi tersebut tidak lepas dari proses perekrutan pemain yang dilakukan manajemen klub.
Hasil ACL 2: Persib Bandung Dibantai Ratchaburi FC 0-3, Debut Layvin Kurzawa Tak Ubah Nasib
“Ada dua hal yang saya sampaikan. Satu, kebenaran rekrutmennya bagus. Ya kan? Pas putaran kedua rekrutmennya bagus. Begitu di-observe sama Timnas Indonesia, terpilih. Nah itu kan kebetulan saja, jalan Tuhan,” kata Prapanca dalam acara Ngopi Bareng Persija, dikutip Rabu (11/3/2026).
Persija Juga Dominan di Timnas Kelompok Umur
Kontribusi Persija Jakarta tidak hanya terlihat di Timnas Indonesia senior. Klub ibu kota tersebut juga menyumbang sejumlah pemain ke tim nasional kelompok umur.
Sebanyak lima pemain Persija Jakarta dipanggil ke Timnas Indonesia U-20. Mereka adalah Ahmad Mujadid, Theodore Evan Leeming, Fabio Azkairawan, Ibrah Ohorella, dan Radityo Raharjo.
Selain itu, tiga pemain Persija Jakarta juga mendapat panggilan ke Timnas Indonesia U-17. Mereka adalah Abdillah Ishak, Ridho, dan Peres Akwila Tjoe.
Jika digabungkan dengan enam pemain di tim senior, total ada 14 pemain Persija Jakarta yang dipercaya memperkuat Timnas Indonesia di berbagai level.
Prapanca menilai banyaknya pemain muda yang dipanggil tim nasional menjadi hasil dari fokus klub dalam pembinaan usia dini melalui sekolah sepak bola dan akademi.
“Kita juga berusaha untuk memelihara prestasi. Untuk bisa memelihara prestasi, kita kan harus bangun fundamentalnya, yaitu SSB sama Akademi,” ujar Prapanca.
“Alhamdulillah sampai hari ini banyak ke Timnas Indonesia terus. Itu banyak dari akademi berarti kan bagus perkembangannya, pembibitannya. Dan kita enggak mau berpuas diri sampai situ.”
Dia menegaskan Persija Jakarta akan terus memperkuat program pembinaan pemain muda agar mampu melahirkan talenta berkualitas di masa depan.
“Jadi kita berusaha untuk semaksimal mungkin, mudah-mudahan sampai ke depan nanti program pembibitan ini bisa laku untuk level internasional. Itu juga nanti kan bisa membawa nama Persija juga menuju global,” pungkas Prapanca.










