Momen Bersejarah Emil Audero di Liga Italia Berujung Kritik dari Media Italia
CREMONA, iNews.id – Momen bersejarah Emil Audero Mulyadi di Liga Italia berujung kritik dari media Italia setelah kiper Cremonese tersebut mencatat penampilan ke-200 di kompetisi tersebut.
Tonggak tersebut dicapai Emil Audero Mulyadi saat Cremonese menghadapi Lecce dalam lanjutan Liga Italia 2025-2026. Pertandingan berlangsung di Stadio Ettore Giardiniero, Via del Mare pada Minggu (8/3/2026).
Namun laga bersejarah tersebut tidak berjalan sesuai harapan. Cremonese harus menerima kekalahan 1-2 dari Lecce.
Sepanjang kariernya di Liga Italia, Emil Audero telah memperkuat lima klub berbeda. Dia pernah bermain untuk Juventus, Sampdoria, Inter Milan, Como, dan kini Cremonese.
Emil Audero memulai debutnya di Serie A pada musim 2016-2017 bersama Juventus. Pada musim tersebut dia tampil satu kali dan pertandingan itu menjadi awal perjalanan kariernya di liga tertinggi Italia.
Penampilan terbanyak Emil Audero tercatat saat memperkuat Sampdoria. Di klub tersebut dia menjadi penjaga gawang utama dalam beberapa musim.
Kesalahan Emil Audero Disorot Media Italia
Pada musim ini bersama Cremonese, Emil Audero kembali dipercaya sebagai penjaga gawang utama. Namun penampilan ke-200 tersebut diwarnai momen yang mendapat sorotan media.
Media Italia Calcio Cremonese menilai penampilan Emil Audero dalam pertandingan melawan Lecce tidak berjalan mulus. Kesalahan saat menghadapi situasi bola mati dinilai menjadi salah satu faktor penting.
“Penampilan ke-200 Emil Audero di liga utama juga tidak berjalan mulus,” tulis Calcio Cremonese dikutip Rabu (11/3/2026).
Media tersebut menyoroti momen ketika Emil Audero keluar dari situasi sepak pojok. Situasi itu kemudian dimanfaatkan pemain Lecce untuk mencetak gol pembuka.
“Kiper asal Cremona itu melakukan kesalahan saat keluar dari sepak pojok yang berujung pada gol Pierotti, yang memecah kebuntuan untuk Lecce. Itu adalah momen penting dalam pertandingan yang berkontribusi pada kekalahan tim Cremona tersebut,” tulis media tersebut.
Pertandingan tersebut juga menjadi momen penting bagi pemain Cremonese lainnya, Antonio Sanabria. Dia juga mencatat penampilan ke-200 dalam kariernya.
Kisah Pebulu Tangkis Cantik Ester Nurumi, Bangkit dari Cedera Horor hingga Rebut Perunggu BATC 2026
Namun pertandingan itu tidak berjalan mulus bagi Sanabria. Striker asal Paraguay tersebut masuk pada menit-menit akhir pertandingan.
Calcio Cremonese menyoroti insiden kontroversial yang melibatkan Sanabria pada masa tambahan waktu.
“Pertandingan tersebut terasa sangat pahit bagi Antonio Sanabria. Striker asal Paraguay itu masuk di menit-menit akhir pertandingan, dan menjadi protagonis dari insiden paling kontroversial dalam pertandingan tersebut. Di waktu tambahan, Sanabria dijatuhkan di area penalti oleh Gaby Jean, tetapi wasit Sozza tidak memberikan penalti,” tulis Calcio Cremonese.










