Kena Mental, Pep Guardiola Pesimistis usai Man City Dihajar Real Madrid 0-3

Kena Mental, Pep Guardiola Pesimistis usai Man City Dihajar Real Madrid 0-3

Olahraga | inews | Kamis, 12 Maret 2026 - 10:11
share

MADRID, iNews.id – Pelatih Manchester City Pep Guardiola menunjukkan sikap pesimistis setelah pasukannya kalah 0-3 dari Real Madrid pada leg pertama 16 besar Liga Champions 2025-2026 di Santiago Bernabeu, Rabu (12/3/2026) dini hari WIB. Kekalahan tersebut membuat peluang The Citizens untuk membalikkan keadaan pada leg kedua menjadi sangat kecil.

Manchester City harus menerima kenyataan pahit setelah Federico Valverde tampil luar biasa. Gelandang Real Madrid tersebut mencetak hattrick hanya dalam 22 menit pada babak pertama.

Tiga gol cepat tersebut membuat Real Madrid menguasai jalannya pertandingan. Manchester City kesulitan mengejar ketertinggalan hingga pertandingan berakhir.

Hasil itu menempatkan Man City dalam posisi sulit untuk melaju ke perempat final Liga Champions. Tim asuhan Pep Guardiola harus mengejar defisit tiga gol saat leg kedua digelar di Stadion Etihad pekan depan.

Pep Guardiola tidak menutup kenyataan mengenai peluang timnya setelah pertandingan selesai. Dia memberikan jawaban singkat ketika ditanya mengenai peluang Manchester City membalikkan keadaan.

“Sekarang tidak banyak,” kata Pep Guardiola, dikutip dari ESPN.


Pep Guardiola Tetap Ingin Man City Mencoba

Pep Guardiola tetap menegaskan Man City akan berusaha tampil lebih baik pada leg kedua. Dia ingin timnya bermain lebih aktif terutama di area sepertiga akhir lapangan.

“Tentu kami akan mencoba. Kami akan melihat apa yang harus diperbaiki dan bermain lebih aktif di sepertiga akhir. Kami akan mencoba,” ujarnya.

Sebelum pertandingan, pelatih Real Madrid sempat memprediksi Pep Guardiola akan memberi kejutan dalam susunan pemain. Pep Guardiola memang melakukan beberapa perubahan dalam starting XI Manchester City.

Dia memberi kesempatan bermain kepada Jérémy Doku, Savinho, dan Abdukodir Khusanov sejak awal pertandingan. Nico O’Reilly juga dimainkan sebagai bek kiri meski sebelumnya berposisi sebagai gelandang.

Kesalahan terjadi pada gol pertama Real Madrid. Nico O’Reilly gagal mengantisipasi bola panjang dari Thibaut Courtois yang kemudian dimanfaatkan Federico Valverde untuk membuka keunggulan.

Man City sudah tertinggal tiga gol pada babak pertama. Pep Guardiola kemudian menarik Savinho saat jeda pertandingan.

Setelah pertandingan, Guardiola mendapat pertanyaan mengenai keputusannya memainkan Nico O’Reilly sebagai bek kiri. Dia langsung menjawab pertanyaan tersebut dengan nada tegas.

“Berapa kali Nico O’Reilly bermain sebagai bek kiri musim ini? Berapa kali?” kata pelatih asal Spanyol itu.

“Penyesuaian yang kami lakukan hanya menempatkan Khusanov di area itu karena Vinícius sering masuk ke area tersebut dan kami harus mengontrolnya.”

Guardiola juga menjelaskan rencana taktik yang diterapkan dalam pertandingan tersebut.

“Saya melakukan rotasi di Newcastle dengan 11 pemain berbeda dan itu berjalan baik, jadi pahami apa yang saya maksud.”

“Sebagian dari rencana itu untuk membuat winger turun, lalu pemain di tengah masuk ke ruang antar lini agar bisa mendekati kotak penalti dan mendukung penyerang dengan pemain berpengalaman dan cepat di belakang,” tutur dia.

Topik Menarik