Perang Timur Tengah Belum Reda, Pemerintah Pertimbangkan Skenario Tunda Keberangkatan Haji 2026
JAKARTA, iNews.id – Pemerintah menyiapkan skenario penundaan keberangkatan jemaah haji 2026 jika konflik di kawasan Timur Tengah belum mereda. Langkah ini dipertimbangkan sebagai upaya memprioritaskan keselamatan jemaah Indonesia yang akan berangkat ke Tanah Suci.
Kementerian Agama bersama Kementerian Haji dan Umrah tengah menyusun berbagai opsi pelaksanaan ibadah haji tahun ini. Salah satu opsi yang disiapkan adalah penundaan keberangkatan apabila situasi keamanan di kawasan Timur Tengah dinilai berpotensi membahayakan jemaah.
Pemerintah menegaskan keputusan tersebut tidak diambil secara sepihak. Pembahasan masih berlangsung bersama DPR RI, sekaligus menunggu arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto.
Presiden meminta seluruh pihak terkait menyiapkan sejumlah skenario pelaksanaan haji. Hal ini dilakukan agar pemerintah memiliki langkah antisipatif apabila kondisi geopolitik di kawasan Timur Tengah semakin memburuk.
“Terkait dengan penyelenggaraan haji seperti apa? Apakah kita akan tetap memberangkatkan atau tidak itu tentu atas pertimbangan banyak hal. Yang jelas nanti Presiden akan melihat kondisinya dan kami juga akan memberikan masukan kepada Presiden. Yang jelas tadi keselamatan jemaah yang pertama dan yang utama,” ujar salah satu pejabat terkait.
Pemerintah memastikan keputusan final akan diambil setelah melihat perkembangan situasi keamanan di kawasan Timur Tengah. Evaluasi dilakukan secara berkala dengan mempertimbangkan laporan diplomatik serta kondisi lapangan.
Jika situasi dinilai aman, keberangkatan jemaah haji akan tetap dilaksanakan sesuai jadwal. Namun jika risiko konflik meningkat dan berpotensi mengancam keselamatan jemaah, pemerintah tidak menutup kemungkinan menunda keberangkatan.
Berdasarkan jadwal sementara, kloter pertama jemaah haji Indonesia direncanakan berangkat pada 22 April 2026. Pada musim haji tahun ini, sekitar 221.000 jemaah asal Indonesia dijadwalkan menunaikan ibadah di Tanah Suci.
Di tengah ketegangan yang masih terjadi di Timur Tengah, pemerintah juga melakukan langkah evakuasi terhadap warga negara Indonesia yang berada di wilayah terdampak konflik.
Kata Purbaya soal Kabar Wamenkeu Suahasil Ikut Daftar jadi Pimpinan OJK: Ngapain, Nggak Mungkin
Sebanyak 10 warga negara Indonesia yang sebelumnya berada di Iran berhasil dievakuasi dan tiba di Tanah Air pada Rabu malam. Mereka mendarat melalui Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten.
Kepulangan para WNI tersebut menjadi bagian dari upaya perlindungan pemerintah terhadap warganya di luar negeri. Pemerintah menegaskan keselamatan WNI selalu menjadi prioritas utama, termasuk bagi jemaah yang akan menunaikan ibadah haji tahun ini.
Hingga saat ini, pemerintah masih terus memantau perkembangan situasi geopolitik di Timur Tengah. Keputusan terkait keberangkatan jemaah haji 2026 akan diumumkan setelah melalui pertimbangan matang dengan mengutamakan aspek keamanan dan keselamatan jemaah Indonesia.










