Menkes Kaget Harga Obat RI 5 Kali Lebih Mahal dari Malaysia!

Menkes Kaget Harga Obat RI 5 Kali Lebih Mahal dari Malaysia!

Terkini | inews | Jum'at, 13 Maret 2026 - 15:54
share

JAKARTA, iNews.id - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menduga ada praktik korupsi di industri kesehatan Indonesia. Hal ini ditandai dengan banyaknya keluhan soal harga obat di Indonesia yang jauh lebih mahal dari Malaysia. 

"Kita (Indonesia) sama Malaysia itu (harga obat) bedanya bisa lebih mahal 3 kali sampai 5 kali," kata Menkes Budi dalam acara penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Kemenkes dan KPK di Gedung Kemenkes, Jakarta, belum lama ini. 

"Coba beli Crestor atau Lipitor di Malaysia, lalu bandingkan dengan yang ada di Indonesia, bedanya bisa 3 kali, 5 kali (lebih mahal di Indonesia). Orang selalu bilang alasannya pajak, padahal pajak cuma 15-20," tambahnya.  

Menkes melanjutkan, "Bagaimana bisa (harganya) jadi 500 lebih mahal, gimana caranya. Enggak mungkin, kan. Itu pasti ada hal-hal lain di luar pajak yang enggak mau di-disclose. It's definitely bukan pajak. Kalau karena pajak, paling beda harganya 20-30, gak sampai 500." 

Di kesempatan yang sama, Menkes menduga, penyebab harga obat di Indonesia lebih mahal dari Malaysia adalah karena struktur harga, struktur intermediasi, perilaku stakeholder di industri. 

"Perilaku seperti ini perlu ditata, supaya systemic corruption-nya tidak happen," jelas Menkes Budi. 

Atas kasus ini, Kemenkes berjanji akan berbenah dengan memperbaiki kekeliruan ini dengan meminta bantuan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). 

"Kami ingin memperbaiki perilaku yang tidak koruptif di industri ini. Karena selain Kementerian Kesehatan sebagai regulator, ada rumah sakit, ada asuransi kesehatan, ada dokter-dokternya, ada perusahaan farmasinya yang membangun ekosistem industri kesehatan," kata Menkes Budi.

"Kami benar-benar mengharapkan KPK membantu kami. Bukan hanya membersihkan institusi kami, tapi juga merapikan industri kami dari systemic corruption yang ada," tambahnya.

Topik Menarik