Kemenhaj Ungkap 25.922 Jemaah Umrah Telah Pulang ke Indonesia usai Perang AS-Israel Vs Iran

Kemenhaj Ungkap 25.922 Jemaah Umrah Telah Pulang ke Indonesia usai Perang AS-Israel Vs Iran

Terkini | inews | Senin, 16 Maret 2026 - 06:33
share

JAKARTA, iNews.id - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) mencatat sebanyak 25.922 jemaah umrah asal Indonesia telah kembali ke Tanah Air usai perang Amerika Serikat (AS)-Israel dengan Iran pecah pada 28 Februari 2026. Sementara, petugas memantau sejumlah jemaah umrah asal Indonesia yang baru tiba di Arab Saudi.

“Secara kumulatif sejak 28 Februari hingga 14 Maret, tercatat sebanyak 25.922 jemaah umrah Indonesia telah dipantau dalam proses kepulangan ke Tanah Air melalui berbagai penerbangan dari Jeddah maupun Madinah,” kata Staf Teknis Haji Kantor Urusan Haji (KUH) di Jeddah, M Ilham Effendy dalam keterangannya dikutip, Senin (16/3/2026).

Dia menegaskan, pengawasan di bandara akan terus dilakukan secara berkelanjutan sebagai bagian dari komitmen negara dalam memberikan perlindungan serta memastikan pelayanan terbaik bagi jemaah umrah Indonesia di Arab Saudi.

Ilham menyebut, petugas melalui Kantor Urusan Haji (KUH) di Jeddah melakukan pemantauan di Bandara Internasional King Abdulaziz Jeddah dan Bandara Internasional Prince Muhammad bin Abdulaziz Madinah pada 14 Maret 2026.

Berdasarkan hasil pemantauan lapangan, petugas melakukan monitoring terhadap proses pemulangan jemaah umrah Indonesia yang menggunakan sejumlah maskapai.

"Pada hari tersebut tercatat 853 jemaah umrah dipantau dalam proses kepulangan menuju Tanah Air melalui berbagai penerbangan dari Jeddah maupun Madinah," tuturnya.

"Selain itu, petugas juga melakukan pengawasan terhadap kedatangan jemaah umrah dari Indonesia ke Arab Saudi. Tercatat 763 jemaah tiba di Arab Saudi" ucapnya.

Dia menjelaskan, pemantauan dilakukan untuk memastikan seluruh proses pelayanan jemaah berjalan dengan baik sejak kedatangan hingga kepulangan.

“Petugas KUH Jeddah bersama Satgas Bandara terus melakukan monitoring secara intensif di seluruh area layanan jemaah guna memastikan proses kedatangan dan pemulangan berjalan aman, tertib, dan lancar,” tuturnya.

Dia menuturkan, koordinasi juga terus dilakukan dengan maskapai, penyelenggara perjalanan ibadah umrah, serta otoritas bandara guna mengantisipasi berbagai kendala yang mungkin terjadi di lapangan.

“Koordinasi dengan seluruh pihak terkait terus kami lakukan agar pelayanan kepada jemaah dapat berjalan optimal, termasuk dalam penanganan jemaah yang sebelumnya mengalami keterlambatan penerbangan,” ujarnya.

Topik Menarik