Terungkap! Ini Penyebab Harga Telur Ayam di Bandung Melonjak Jelang Lebaran
JAKARTA, iNews.id - Satuan Tugas Sapu Bersih (Satgas Saber) Pelanggaran Harga, Keamanan, dan Mutu Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas) mengungkap penyebab harga telur ayam di wilayah Jawa Barat naik melampaui Harga Acuan Penjualan (HAP).
Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa mengatakan, hasil penelusuran menunjukkan bahwa distributor menerima pasokan telur dengan harga dari produsen yang mulai berfluktuasi dalam tiga hari terakhir.
Menurutnya, pasokan telur untuk Bandung diketahui berasal dari sentra produksi di Blitar. Namun, Ketut mengklaim produsen dan distributor telah sepakat menurunkan harga telur hingga menjelang Idulfitri agar harga di tingkat konsumen kembali sesuai acuan pemerintah.
"Bersama Direskrimsus Polda Jabar Bapak Kombes Pol Wirdhanto Hadicaksono, telah disepakati harga produsen untuk diturunkan, sehingga harga grosir telur ayam bisa sekitar Rp27.500 per kilogram (kg). Jadi harga di pengecer masih bisa di Rp30.000 per kilogram," ujar Ketut dalam keterangannya dikutip, Senin (16/3/2026).
Sesuai ketentuan dalam Keputusan Kepala Badan Pangan Nasional Nomor 529 Tahun 2024, Harga Acuan Pembelian (HAP) telur ayam ras di tingkat produsen ditetapkan maksimal Rp26.500 per kg, sedangkan Harga Acuan Penjualan (HAP) di tingkat konsumen maksimal Rp30.000 per kg.
Secara statistik, telur ayam ras tercatat memberi tekanan inflasi. Data Badan Pusat Statistik menunjukkan komoditas ini mengalami inflasi tahunan sebesar 5,79 persen pada Februari 2026, dengan kontribusi terhadap inflasi umum sebesar 0,06 persen.
Meski demikian, kenaikan harga telur juga berdampak positif terhadap kesejahteraan peternak. Nilai Tukar Petani subsektor peternakan naik menjadi 103,62 pada Februari 2026, sementara indeks harga yang diterima peternak unggas mencapai 133,63, tertinggi dalam tiga tahun terakhir.
Sementara itu, Kepala Bapanas sekaligus Menteri Pertanian Amran Sulaiman menegaskan bahwa stok telur ayam nasional dalam kondisi surplus, bahkan sebagian telah diekspor.
"Kita telur ayam sudah surplus, bahkan ekspor. Jadi aku minta tidak ada alasan harga naik di masyarakat. Kalau sampai ada kenaikan, aku minta Satgas Saber telusuri sampai distributor dan produsennya. Tidak boleh ada yang membuat anomali harga pangan," ucap Amran.










