Gagal Juara Swiss Open 2026, Alwi Farhan Blak-blakan Soal Kelelahan di Final

Gagal Juara Swiss Open 2026, Alwi Farhan Blak-blakan Soal Kelelahan di Final

Olahraga | inews | Senin, 16 Maret 2026 - 14:52
share

BASEL, iNews.id – Alwi Farhan gagal juara Swiss Open 2026 setelah kalah dari wakil Jepang Yushi Tanaka di partai final. Dia mengakui kelelahan jadi salah satu penyebab gagal naik podium tertinggi.

Pertandingan final berlangsung di St. Jakobshalle, Basel, Swiss, Minggu (15/3/2026) malam WIB. Dalam laga tersebut, tunggal putra Indonesia itu harus mengakui keunggulan lawannya dengan skor 18-21 dan 12-21.

Kekalahan itu membuat Alwi harus puas menjadi runner-up di ajang Swiss Open 2026. Meski gagal membawa pulang gelar juara, dia tetap memandang perjalanan turnamen ini sebagai pengalaman berharga.

Pemain berusia 20 tahun itu mengaku bersyukur bisa melangkah hingga partai puncak. Dia menilai perjalanan selama turnamen penuh tantangan dan memberikan banyak pelajaran.

"Pasti bersyukur, ini adalah minggu yang luar biasa. Tidak gampang juga, tantangannya ada yang harus saya lewati. Sayang sekali di partai final saya merasa anti-klimaks. Tapi apa boleh buat, saya mengakui kalah dan Yushi bermain lebih baik," kata Alwi dalam keterangannya.

Faktor Kelelahan Jadi Tantangan di Final

Alwi mengakui kondisi fisik menjadi salah satu kendala dalam pertandingan final. Jadwal pertandingan yang padat membuat proses pemulihan tubuh tidak berjalan maksimal.

Dia merasa belum mendapatkan waktu recovery yang cukup setelah menjalani pertandingan semifinal sehari sebelumnya. Kondisi tersebut berpengaruh terhadap performanya saat menghadapi Yushi Tanaka.

"Saya merasa kurang bisa recovery lebih bagus saja setelah laga semifinal tadi malam. Saya akan kembali lebih kuat dan mencoba di lain kesempatan," ucapnya.

Meski tidak berada dalam kondisi fisik terbaik, Alwi tetap berusaha memberikan perlawanan maksimal sepanjang pertandingan final. Dia mencoba mempertahankan performa meski kondisi tubuh tidak sepenuhnya fit.

Turnamen Swiss Open 2026 juga menjadi pengalaman penting bagi Alwi dalam menghadapi persaingan di level internasional. Dia menilai tantangan yang dihadapi hampir setara dengan turnamen level lebih tinggi.

"Banyak pelajaran yang saya ambil di dua minggu ini pastinya walau di sini Super 300 tapi tantangannya hampir sama dengan Super 1000 minggu lalu," ucapnya.

Alwi menyadari perjalanan dua pekan terakhir memberikan banyak pengalaman baru. Dia bertekad menjadikan pengalaman tersebut sebagai modal untuk tampil lebih baik pada turnamen berikutnya.

"Dengan kondisi yang sudah tidak 100 persen saya tetap mencoba berusaha. Pengalaman untuk pertandingan berikutnya," sambungnya.

Hasil di Swiss Open 2026 membuat Alwi semakin optimistis menatap turnamen selanjutnya. Dia berencana melakukan evaluasi agar dapat meningkatkan performa dalam kompetisi internasional berikutnya.

Topik Menarik