Pemerintah Tunda Kirim Pasukan Perdamaian Board of Peace ke Gaza, Ini Respons DPR

Pemerintah Tunda Kirim Pasukan Perdamaian Board of Peace ke Gaza, Ini Respons DPR

Terkini | inews | Rabu, 18 Maret 2026 - 11:25
share

JAKARTA, iNews.id - Wakil Ketua Komisi I DPR Dave Laksono menilai langkah Pemerintah Indonesia yang menunda pengiriman 8.000 pasukan perdamaian Board of Peace ke Gaza merupakan langkah diplomatis realistis. Dia mengatakan penundan pengiriman pasukan itu bukan bentuk pengurangan komitmen Indonesia dalam mendukung perdamaian dunia.

Dave memandang keputusan pemerintah yang menunda pengiriman sekitar 8.000 pasukan perdamaian ke Gaza perlu ditempatkan dalam bingkai yang lebih luas. Dia menegaskan, Indonesia sejak awal konsisten mendukung misi perdamaian dunia.

Namun demikian, dia mengatakan setiap langkah yang diambil harus mempertimbangkan situasi geopolitik terkini, dinamika keamanan di lapangan, serta kesiapan logistik dan diplomasi. 

"Penundaan ini bukan berarti melemahkan komitmen, melainkan bagian dari strategi kehati-hatian agar kontribusi Indonesia benar-benar efektif, tepat sasaran, dan tidak menimbulkan risiko tambahan bagi pasukan maupun stabilitas regional," terang Dave, dikutip Rabu (18/3/2026).

Dalam kerangka konstitusi dan amanat nasional, dia berkata Indonesia tetap menegaskan solidaritas penuh terhadap perjuangan kemanusiaan. Dave meyakini pemerintah akan terus berkoordinasi dengan PBB dan mitra internasional, agar kehadiran pasukan perdamaian Indonesia dapat memberikan keamanan dan stabilitas di Gaza.

"Dengan demikian, keputusan ini harus dipahami sebagai langkah diplomatis yang realistis, bukan pengurangan komitmen. Komisi I DPR RI bersama Pemerintah tetap berdiri tegak dalam mendukung misi perdamaian, dengan cara yang terukur dan bertanggung jawab," tutur dia.

Sebelumnya, pemerintah Indonesia memutuskan menunda pengiriman 8.000 pasukan perdamaian ke Gaza, Palestina. Penundaan dilakukan hingga batas waktu yang belum ditentukan.

"Semua di-hold. Di-hold," ungkap Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi saat ditemui di Kantor Kemhan, Jakarta Pusat, Selasa (17/3/2026).

Prasetyo mengaku belum tahu hingga kapan penundaan pengiriman 8.000 pasukan perdamaian itu. 

"Ya sampai batas waktu yang belum ditentukan," ujar Prasetyo. 

Saat disinggung penundaan pengiriman pasukan perdamaian itu akibat konflik di Timur Tengah, Prasetyo mengamini. 

"Iya (akibat konflik Israel-AS dengan Iran)," kata dia.

Topik Menarik