Purbaya Pastikan Harga BBM Subsidi Tak Naik meski Minyak Dunia Melonjak

Purbaya Pastikan Harga BBM Subsidi Tak Naik meski Minyak Dunia Melonjak

Terkini | inews | Jum'at, 20 Maret 2026 - 04:30
share

JAKARTA, iNews.id - Pemerintah memastikan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi tidak akan naik. Hal ini meski harga minyak dunia telah melonjak di atas 100 dolar AS per barel.

Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan, pemerintah akan menyerap tekanan harga minyak menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

"Tidak (BBM subsidi naik). Jadi kita absorb tekanan terhadap perekonomian di APBN. Kalau kita lepas kan nanti kayak negara-negara lain pada panik tuh orang-orang," kata Purbaya kepada wartawan di Istana Negara, Jakarta, Kamis (19/3/2026).

Purbaya menjelaskan, mekanisme subsidi sudah dirancang untuk satu tahun penuh. Dengan demikian, harga energi yang melonjak sudah termasuk telah diantisipasi oleh pemerintah.

Dalam hal ini, pemerintah sudah menyiapkan langkah-langkah misalnya melakukan penghematan atau bahkan meningkatkan pendapatan negara. Purbaya kemudian menegaskan bahwa sejauh ini hitungan pemerintah masih aman.

"Kan subsidi kita diatur, dihitung selama setahun penuh. Even dengan harga sekarang pun kita sudah asumsikan seperti apa dampaknya ke APBN," katanya.

"Kita akan melakukan langkah-langkah, entah penghematan, entah ini, peningkatan pendapatan, supaya APBN kita aman. Dan sampai sekarang hitungannya sih masih aman," tuturnya.

Dalam kesempatan yang sama, Purbaya juga meyakini harga minyak dunia tidak akan tembus hingga 200 dolar AS per barel. Dia meyakini jika harga minyak dunia tembus dengan harga 200 dolar AS per barel maka resesi global akan terjadi.

"Enggak akan 200. Tenang aja. Kalau 200, global recession akan terjadi. Kalau terjadi, demand turun kan? Demand turun, collapse, harga minyak jatuh turun ke bawah, tajam sekali bisa ke bawah 15. Kalau mereka enggak hati-hati. Jadi produser minyak juga harus jaga pricing yang pas," ucap Purbaya.

"Jadi kalau mereka bilang harga naik ke 200, kalau naik ke 200 tahan enggak? Enggak. Kita akan adjust sesuai dengan keadaan ya. Tapi enggak akan sampai ke sana," katanya.

Topik Menarik