FIFA Hukum Israel tapi Rakyat Palestina Justru Kecewa, Kenapa?
ZURICH, iNews.id - FIFA menjatuhkan denda kepada Israel terkait pelanggaran diskriminasi. Namun mereka menolak permintaan Palestina untuk menskors Israel dari sepak bola internasional.
Keputusan ini diumumkan dalam pernyataan resmi pada Kamis waktu setempat. Badan sepak bola dunia tersebut menangani dua petisi terpisah yang diajukan federasi sepak bola Palestina.
Dikutip dari MSN, FIFA menjatuhkan denda kepada Asosiasi Sepak Bola Israel sebesar 150.000 franc Swiss atau sekitar Rp3 miliar. Sanksi ini terkait pelanggaran disipliner yang mencakup diskriminasi dan tindakan rasis.
Dalam pernyataannya, FIFA menyebut pelanggaran tersebut meliputi “diskriminasi dan pelecehan rasial,” serta “perilaku ofensif dan pelanggaran prinsip fair play.”
Selain itu, federasi Israel juga dinilai bertanggung jawab atas “toleransi terhadap pesan yang dipolitisasi dan bermuatan militer dalam konteks sepak bola,” terutama yang melibatkan suporter Beitar Jerusalem.
Kisah Ganda Putra Mohammad Ahsan dan Daniel Marthin, Pernah Jadi Partner Dadakan di Piala Thomas
FIFA juga menyoroti adanya “pengucilan sistematis terhadap warga Palestina dari infrastruktur sepak bola di permukiman Israel.” Temuan ini menjadi dasar utama dalam penjatuhan sanksi denda.
Permintaan Palestina Ditolak, Iran Ikut Disorot
Meski menjatuhkan sanksi ke Israel, FIFA membuat rakyat Palestina kecewa karena tidak mengabulkan permintaan untuk menskors Israel dari kompetisi sepak bola global. Permintaan tersebut berkaitan dengan keberadaan klub-klub Israel di wilayah permukiman Tepi Barat.
Keputusan ini menunjukkan FIFA memilih jalur sanksi administratif tanpa melangkah ke hukuman yang lebih berat seperti suspensi.
Di sisi lain, Presiden FIFA Gianni Infantino juga menyinggung isu berbeda terkait Iran. Dia menegaskan turnamen Piala Dunia harus tetap berjalan sesuai rencana.
Pernyataan tersebut sekaligus meredam upaya Iran yang ingin memindahkan laga Piala Dunia dari Amerika Serikat ke Meksiko. FIFA menegaskan kompetisi global tersebut “harus berjalan sesuai jadwal.”
Keputusan FIFA ini menegaskan sikap organisasi dalam menjaga stabilitas kompetisi global, sekaligus tetap menjatuhkan sanksi atas pelanggaran yang dinilai terbukti.










