Iran Ingatkan Israel! Pembalasan Bakal Makin Brutal jika Fasilitas Energinya Diserang Lagi
TEHERAN, iNews.id - Iran tidak akan memberikan toleransi lagi jika fasilitas energinya diserang oleh Amerika Serikat (AS) atau Israel. Pada Rabu lalu, Israel menyerang ladang gas terbesar Iran, South Pars.
Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Abbas Araghchi mengatakan, militernya baru menggunakan sebagian kecil kekuatan dalam membalas serangan Israel. Selama ini Iran menahan diri untuk menggunakan kekuatan besar.
Namun setelah serangan terhadap South Pars, Iran benar-benar mengamuk, tak akan menahan diri lagi.
"Satu-satunya alasan untuk menahan diri adalah menghormati permintaan untuk de-eskalasi,” tulis Araghchi, di media sosial X, dikutip Jumat (20/3/2026).
“Tak ada batasan, jika infrastruktur kami diserang lagi,” ujarnya, menegaskan.
South Pars merupakan sumber pasokan gas dalam negeri terbesar Iran, menyediakan 80 persen kebutuhan gas untuk negara itu.
Iran lalu membalas serangan Israel dengan menargetkan fasilitas energi Ras Laffan, Qatar. Fasilitas itu memproses sekitar 20 persen pasokan gas alam cair (LNG) global.
CEO QatarEnergy Saad Al Kaabi mengatakan, serangan pembalasan Iran melumpuhkan sekitar 17 persen kapasitas ekspor LNG, menyebabkan kerugian pendapatan tahunan sekitar 20 miliar dolar AS serta mengancam pasokan ke Eropa dan Asia.










