Tol MBZ Arah Cikampek Macet di Hari Ke-2 Lebaran, Kendaraan Mengular 9 Km

Tol MBZ Arah Cikampek Macet di Hari Ke-2 Lebaran, Kendaraan Mengular 9 Km

Terkini | inews | Minggu, 22 Maret 2026 - 15:08
share

JAKARTA, iNews.id - Arus lalu lintas di Jalan Tol Layang Sheikh Mohammed Bin Zayed (MBZ) arah Cikampek macet sepanjang 9 kilometer pada hari kedua Idulfitri 1447 H, Minggu (22/3/2026) siang. Volume lalu lintas yang meningkat tajam membuat antrean kendaraan terlihat memanjang di beberapa titik.

Berdasarkan data dari Jasa Marga pada pukul 14.00 WIB, kemacetan terbagi di dua titik utama. Titik pertama berada di ruas Cikarang Pusat KM 37 hingga KM 40 sepanjang 3 kilometer. 

Kemacetan kembali menyambung di titik kedua, yakni Karawang Barat KM 41 hingga KM 47 sepanjang 6 kilometer.

"14.00 WIB #Jalan_Layang_MBZ Cikarang Pusat KM 37 - Cikarang Pusat KM 40 PADAT, kepadatan volume lalin. Karawang Barat KM 41 - KM 47 arah Cikampek PADAT," tulis Jasa Marga lewat akun media sosial X resminya.

Kombinasi kedua titik tersebut membuat total antrean kendaraan mencapai 9 kilometer. Kepadatan ini disebabkan oleh melonjaknya kendaraan warga.

Sementara itu, kondisi berbanding terbalik terlihat pada jalur arah Jakarta. Jasa Marga melaporkan bahwa arus lalu lintas dari arah Karawang, Cikarang, Tambun, hingga Cikunir terpantau lancar tanpa kendala berarti pada jam yang sama.

"14.00 WIB #Jalan_Layang_MBZ Karawang - Cikarang - Tambun - Cikunir LANCAR," tulis Jasa Marga.

Diketahui, Jasa Marga menerapkan sistem buka tutup secara situasional pada akses masuk Tol MBZ arah Cikempak Cikampek atas diskresi kepolisian pada hari kedua Idulfitri 1447 H, Minggu (22/3/2026).

GM Operasi dan Pemeliharaan PT JCC, Desti Anggraeni menuturkan, penerapan buka tutup telah dilakukan sejak pukul 09.10 WIB imbas kepadatan lalu lintas di titik pertemuan dengan ruas Tol Jakarta-Cikampek eksisting.

"Buka tutup akses masuk dilakukan sebagai dampak dari kepadatan lalu lintas yang terjadi di titik pertemuan antara ruas Jalan Layang MBZ dengan ruas Jakarta-Cikampek eksisting," kata Desti dalam keterangannya.

Topik Menarik