Pelukan Mario Aji Iringi Podium Bersejarah Veda Ega di Brasil
GOIANIA, iNews.id - Pelukan Mario Suryo Aji kepada Veda Ega Pratama langsung mencuri perhatian usai podium Moto3 Brasil 2026 yang bersejarah.
Momen emosional itu terjadi sesaat setelah Veda Ega memastikan diri finis di posisi ketiga dalam balapan dramatis di Sirkuit Ayrton Senna, Minggu (22/3/2026) malam WIB. Pelukan hangat tersebut menjadi simbol kebanggaan sesama pembalap Indonesia di panggung dunia.
Veda Ega tampil luar biasa dalam balapan yang sempat dihentikan akibat insiden pada putaran ke-15. Red flag dikibarkan setelah kecelakaan yang melibatkan David Almansa, sehingga balapan harus diulang dengan lima putaran tersisa berdasarkan posisi lap ke-14.
Saat restart, Veda Ega memulai dari posisi ke-10. Dia langsung melesat dengan start agresif dan menunjukkan determinasi tinggi untuk menembus barisan depan.
Dia terus menyalip hingga akhirnya berhasil mengkudeta Alvaro Carpe pada lap terakhir. Manuver krusial itu mengunci posisi ketiga di belakang Maximo Quiles dan Marco Morelli dari tim Aspar.
Pencapaian tersebut langsung disambut meriah oleh Honda Team Asia. Namun, momen paling menyentuh justru hadir sebelum seremoni podium dimulai.
Simbol Kebanggaan Pembalap Indonesia
Mario Aji yang turun di kelas Moto2 terlihat menghampiri Veda Ega dan memberikan pelukan hangat. Dia menyempatkan diri memberi selamat sebelum bersiap menjalani balapannya sendiri.
Pelukan itu menjadi gambaran kuat solidaritas antar pembalap Indonesia di ajang Grand Prix. Di tengah ketatnya persaingan, momen tersebut menghadirkan sisi emosional yang jarang terlihat.
Podium ini sekaligus menjadi yang pertama bagi Veda Ega di Moto3. Dia juga mencatat sejarah sebagai pembalap Indonesia pertama yang mampu naik podium di ajang Grand Prix.
Sebagai rookie berusia 17 tahun, performanya terus menanjak sejak awal musim. Sebelumnya, dia sempat mencuri perhatian usai finis posisi kelima pada seri pembuka Moto3 Thailand 2026.
Momen pelukan dari Mario Aji pun seakan melengkapi pencapaian besar tersebut. Bukan hanya soal hasil balapan, tetapi juga tentang kebanggaan dan dukungan nyata antar anak bangsa di level tertinggi balap dunia.










