Kecelakaan Mobil Travel  Pulang Mudik Masuk Jurang di Majalengka, 6 Orang Sekeluarga Tewas

Kecelakaan Mobil Travel Pulang Mudik Masuk Jurang di Majalengka, 6 Orang Sekeluarga Tewas

Nasional | inews | Selasa, 24 Maret 2026 - 14:08
share

MAJALENGKA, iNews.id - Kecelakaan maut terjadi di turunan kawasan Desa Maniis, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, Senin (23/3/2026) malam. Mobil travel yang membawa rombongan keluarga masuk jurang menewaskan enam penumpang asal Rengasdengklok, Kabupaten Karawang.

Peristiwa ini terjadi saat rombongan keluarga berjumlah sekitar 20 orang dalam perjalanan arus balik usai mudik dari Tasikmalaya. Mereka menumpang mobil travel jenis Elf bernomor polisi Z 7012 CN.

Perwakilan keluarga korban, Ari Samsul, menjelaskan kronologi awal berdasarkan informasi yang diterimanya dari keluarga korban lainnya.

"Dapat kabar dari anak korban, katanya mobil rem blong dalam perjalanan pulang ke Karawang dari Tasikmalaya lewat Pangandaran lalu dibuangnya ke Majalengka," ujarnya, Selasa (24/3/2026).

Dugaan sementara penyebab kecelakaan karena rem tidak berfungsi. Sopir kehilangan kendali saat melintasi jalur menurun sehingga kendaraan keluar jalur dan akhirnya terbalik.

"Pas turunan rem blong, enam orang tewas dengan sopir," ucapnya.

"Ini rombongan keluarga. Ada kakek, menantu, semuanya keluarga dari pulang mudik," katanya lagi.

Sementara itu, sopir ambulans yang ikut dalam proses evakuasi juga membenarkan jumlah korban meninggal dunia dalam kecelakaan tersebut.

"Mau ambil korban lakalantas travel masuk jurang, semuanya enam orang," ujarnya.

Sebanyak sembilan ambulans dari Rengasdengklok diterjunkan untuk menjemput korban kecelakaan mobil travel masuk jurang di Majalengka. Proses penjemputan ini difasilitasi oleh Polsek Rengasdengklok dengan pendampingan kepada keluarga korban.

Langkah tersebut diambil untuk mempercepat proses evakuasi dari sejumlah rumah sakit di Majalengka. Sebelumnya, korban dievakuasi ke RS Talaga dan Puskesmas Cikijing untuk mendapatkan perawatan medis.

Dalam kejadian ini, enam orang dinyatakan meninggal dunia. Sementara itu, 15 penumpang lainnya mengalami luka-luka dengan tingkat keparahan yang berbeda.

Saat ini, korban luka masih menjalani perawatan intensif di beberapa rumah sakit di wilayah Majalengka. Pihak keluarga berharap seluruh korban dapat segera dipulangkan ke Karawang untuk menjalani perawatan lanjutan. Proses pemberangkatan ambulans juga dilakukan dengan pengawalan ketat demi kelancaran perjalanan.

Topik Menarik