Puncak Arus Balik Lebaran, 142.288 Pemudik Menyeberang ke Pelabuhan Merak
LAMPUNG SELATAN, iNews.id - PT ASDP Indonesia Ferry melaporkan peningkatan jumlah penumpang dan kendaraan yang menyeberang melalui Pelabuhan Bakauheni pada puncak arus balik Lebaran 2026, Selasa (24/3/2026).
Direktur Utama ASDP Indonesia Ferry, Heru Widodo menuturkan, sekitar 142.288 penumpang menyeberang ke Pulau Jawa pada puncak arus balik Lebaran 2026 gelombang pertama yang jatuh pada, Selasa (24/3/2026). Selain itu, jumlah kendaraan yang juga turut menyeberang pada hari ini berjumlah 37.634 unik baik sepeda motor maupun mobil serta bus.
“Arus balik dari H+1 dan H+2 sampai hari ini, jumlah penumpang yang sudah kembali berjumlah 142.288 orang. Kemudian jumlah kendaraan 37.634 unit kendaraan dari berbagai jenis, baik kendaraan roda dua maupun kendaraan roda empat maupun bus,” ucap Heru dalam konferensi pers di Pelabuhan Bakauheni, Lampung, Selasa (24/3/2026).
Dia menambahkan, jika dikomparasikan dengan jumlah keseluruhan arus mudik, terdapat 756.576 penumpang yang belum kembali atau melakukan arus balik ke Pulau Jawa melalui Pelabuhan Bakauheni. Sementara itu, jumlah kendaraan yang juga belum kembali atau melakukan arus balik berjumlah 202.162 kendaraan.
“Nah, kemudian kalau kita komparasikan jumlah penumpang yang mudik kemudian yang sudah kembali dan yang belum. Jumlah penumpang yang belum kembali ke Pulau Jawa itu berjumlah 756.576 ini yang belum kembali ke Jawa. Lalu kemudian kendaraan yang belum kembali ke Jawa itu berjumlah 202.162 kendaraan dengan berbagai jenis golongan,” tuturnya.
Dia menerangkan, lonjakan jumlah penumpang telah terjadi sejak hari kemarin dan hari ini. Di mana sudah ada 44.000 kendaraan yang melakukan reservasi di Pelabuhan Merak dan tinggal melakukan boarding untuk keberangkatan.
“Dari catatan kami lonjakan penumpang sudah dimulai sebetulnya hari kemarin dan per hari ini, bahkan hari ini jumlah kendaraan dan penumpang yang sudah reservasi itu berjumlah 44.000,” ucap Heru.
Meski demikian, dia memastikan tidak terjadi kepadatan atau antrean kendaraan yang cukup signifikan. Mengingat arus balik tahun ini dinila cenderung mengalir dan kendaraan atau pemudik tidak melakukan perjalanan secara bersamaan dalam satu waktu.
“Sehingga kalau kita lihat rekan-rekan semuanya, kenapa kemudian 44.000 kok terasa tidak terjadi kepadatan? Karena memang arusnya ini mengalir dari pagi sampai dengan mungkin malam hari nanti ini mengalir sehingga tidak terjadi penumpukan,” tuturnya.










