Kylian Mbappe Ngamuk! Real Madrid Diduga Salah Diagnosis Cedera Lututnya
MADRID, iNews.id – Kylian Mbappe dikabarkan marah besar usai Real Madrid diduga salah mendiagnosis cedera lutut yang dia alami. Kasus ini mencuat setelah dia sempat menepi selama tiga pekan sebelum kembali bermain.
Penyerang asal Prancis itu sebelumnya mengalami masalah lutut dalam beberapa bulan terakhir. Kondisi tersebut sempat memaksanya berhenti bermain pada Desember dan kembali terjadi pada Februari.
Menjelang jeda internasional, dia akhirnya kembali merumput bersama Real Madrid. Kondisinya kini disebut sudah pulih sepenuhnya setelah menjalani proses pemulihan intensif.
Selama masa cedera, Mbappe beberapa kali menjalani pemeriksaan di fasilitas latihan Valdebebas milik Real Madrid. Hasil awal menunjukkan tidak ada masalah serius pada lututnya.
Namun, dia memilih mencari pendapat kedua dengan pergi ke Prancis. Langkah ini dilakukan untuk memastikan kondisi sebenarnya dari cedera yang dia rasakan.
Dugaan Salah Diagnosis
Jurnalis Prancis, Daniel Riolo, mengungkap Mbappe tidak puas dengan penanganan medis di Real Madrid. Dia menyebut sang pemain sempat menunjukkan kemarahan.
“Dia mendapat diagnosis yang buruk di Madrid, dia jelas tidak menyukainya dan bahkan marah. Informasi yang beredar menyebut kesalahannya sangat besar,” ujar Riolo, dikutip dari Football Espana, Rabu (25/3/2026).
Dia juga menyampaikan dugaan kesalahan fatal dalam proses pemeriksaan. “Disebutkan mereka memeriksa lutut yang salah. Bagi Real Madrid, ini sangat memalukan. Saya rasa situasi terburuk berhasil dihindari untuk Mbappe,” katanya.
Laporan lanjutan mengungkap kejadian tersebut sudah berlangsung sejak Desember. Saat itu, tim medis Real Madrid tidak menemukan masalah pada lutut Mbappe dalam pemeriksaan awal.
Akibat hasil tersebut, dia tetap dimainkan dalam tiga pertandingan berikutnya. Situasi berubah setelah dia menyadari ada ketidaksesuaian pada diagnosis yang diberikan.
Kembalinya Mbappe menjadi kabar positif bagi Real Madrid. Namun, laporan dugaan kesalahan medis ini menambah sorotan terhadap kinerja tim medis klub yang dalam beberapa tahun terakhir kerap mendapat kritik.










