Sosok Letjen Yudi Abrimantyo, Mundur dari Kabais Imbas Kasus Teror Aktivis KontraS

Sosok Letjen Yudi Abrimantyo, Mundur dari Kabais Imbas Kasus Teror Aktivis KontraS

Terkini | inews | Kamis, 26 Maret 2026 - 04:30
share

JAKARTA, iNews.id - Letnan Jenderal Yudi Abrimantyo melepaskan jabatan Kepala Badan Intelijen Strategis (BAIS). Pergantian jabatan ini buntut kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus yang diduga melibatkan oknum BAIS.

Yudi diketahui merupakan lulusan Akademi Militer 1989. Dia berasal dari kecabangan Infanteri (Kopassus).

Kariernya banyak dihabiskan di dunia intelijen militer.

Yudi pernah menjabat sebagai Paban Utama A-5 DIt A BAIS TNI (2016-2018), lalu Bandep Urusan Sosial Budaya Deputi Bidang Pengembangan Setjen Wantanas (2018-2020).

Dirinya ditempatkan di Kementerian Pertahanan (Kemhan) pada 2020 menjadi Ses Ditjen Strahan. Yudi naik jabatan di 2021 dengan menjadi Kabainstrahan Kemhan.

Pengalamannya di Kemhan dan BAIS TNI membuat Jenderal Agus Subiyanto selaku Panglima TNI memberikan kepercayaan kepadanya menduduki posisi Kepala BAIS TNI pada 22 Maret 2024 lalu.

Letjen Yudi Abrimantyo juga telah banyak mendapat penghargaan individu baik berupa brevet, bintang, maupun satyalancana:

- Brevet Kualifikasi Komando Kopassus
- Brevet Jump Master
- Bintang Kartika Eka Paksi Nararya
- Satyalancana Bhakti
- Satyalancana Ksatria Yudha
- Satyalancana Kesetiaan 24 Tahun
- Satyalancana Kesetiaan 16 Tahun
- Satyalancana Kesetiaan 8 Tahun
- Satyalancana G.O.M VII
- Satyalancana Raksaka Dharma
- Satyalancana Seroja

Sebelumnya, Pusat Polisi Militer (Puspom) TNI menahan empat prajurit yang diduga terlibat dalam penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS Andrie Yunus. Komandan Puspom TNI Mayjen Yusri Nuryanto mengungkapkan, empat prajurit tersebut berasal dari Badan Intelijen Strategis (Bais) TNI.

"Jadi tadi pagi, saya telah menerima, menerima dari Denma BAIS TNI, empat orang yang diduga tersangka melakukan kegiatan penganiayaan terhadap saudara Andrie Yunus," kata Yusri dalam jumpa pers di Mabes TNI, Jakarta Timur, Rabu (18/3/2026).

Empat prajurit yang diperiksa masing-masing berinisial Kapten NDP, Lettu SL, Lettu BHW serta Serda ES.

Topik Menarik