Merasa Dikhianati, Iran Bakal Keluar dari Kesepakatan Nuklir Internasional NPT
TEHERAN, iNews.id - Iran sedang menjajaki untuk keluar dari perjanjian pengendalian nuklir NPT. Sejumlah badan pemerintah dan parlemen sedang meninjau untuk menarik diri dari kesepakatan NPT tersebut.
Para pejabat Iran menilai negaranya merasa dikhianati, sehingga tidak ada alasan lagi untuk tetap berada di NPT dan semakin jelas untuk keluar.
Berdasarkan kesepakatan NPT, Iran seharusnya mendapat perlindungan dari Badan Energi Atom Internasional (IAEA) sert bantuan untuk mendapat akses terhadap teknologi nuklir damai berikut peralatannya.
Alih-alin melindungi, Direktur Jenderal IAEA Rafael Grossi dituduh oleh Iran justru memberikan legitimasi bagi musuh-musuhnya untuk menyerang fasilitas nuklir, sebagaimana terjadi pada Juni 2025 dan tahun ini.
Militer AS-Israel menyerang fasilitas nuklir Iran tanpa hambatan, bahkan tak ada kecaman dari IAEA.
Oleh karena itu Iran merasa tak memiliki alasan lagi untukk bertahan di NPT.
Meski demikian para pejabat menegaskan, keluar dari NPT bukan berarti Iran ingin membangun senjata nuklir. Alasan utama lainny adalah mencegah aktivitas mata-mata AS dan Israel yang memantau program nuklirnya dengan menggunakan kedok menjadi inspektur IAEA.









