Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Praka Farizal Rhomadhon Anggota Kodam Iskandar Muda

Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Praka Farizal Rhomadhon Anggota Kodam Iskandar Muda

Terkini | inews | Senin, 30 Maret 2026 - 15:09
share

JAKARTA, iNews.id - Prajurit TNI gugur di Lebanon setelah markas United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) yang ditempati kontingen Indonesia diserang artileri Israel pada Minggu (29/3/2026). Insiden ini menewaskan satu personel dan melukai tiga lainnya.

Serangan ini terjadi dekat Adchit Al Qusayr, wilayah Lebanon selatan. Saat itu, situasi di kawasan tersebut tengah memanas akibat baku tembak antara militer Israel dan kelompok Hizbullah.

Artileri Israel dilaporkan menghantam posisi pasukan penjaga perdamaian PBB asal Indonesia. Serangan ini langsung menimbulkan korban di pihak kontingen TNI yang sedang menjalankan misi internasional.

Dari informasi yang diperoleh iNews, prajurit TNI yang gugur yakni Praka TNI Farizal Rhomadhon. Dia merupakan anggota Yonif 113/JS Brigif 25/Siwah Kodam Iskandar Muda, Aceh.

Praka Farizal Rhomadhon lahir di Kulon Progo, 3 Januari 1998. Dia meninggalkan seorang istri serta anak yang masih berusia 2 tahun.

Selain korban meninggal, tiga prajurit TNI lainnya mengalami luka-luka dalam serangan tersebut. Seluruh korban langsung mendapatkan penanganan medis oleh tim di lapangan.

Kantor Berita Nasional Lebanon melaporkan, serangan artileri tersebut menargetkan markas unit Indonesia di Desa Adshit Al Qusayr. Tak lama setelah insiden, sejumlah helikopter UNIFIL dikerahkan untuk mengevakuasi korban.

Pemerintah Indonesia langsung merespons keras insiden prajurit TNI gugur di Lebanon tersebut. Kementerian Luar Negeri RI mengecam serangan yang menimpa pasukan penjaga perdamaian PBB.

"Indonesia mengecam keras insiden tersebut dan menyerukan dilakukannya penyelidikan yang menyeluruh dan transparan," bunyi pernyataan Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI, Senin (30/3/2026).

Pemerintah juga menyampaikan duka cita mendalam atas gugurnya prajurit tersebut, sekaligus memberikan penghormatan atas pengabdiannya.

"Kami memberikan penghormatan setinggi-tingginya kepada personel yang gugur atas dedikasi dan pengabdiannya bagi perdamaian dan keamanan internasional," demikian isi pernyataan.

Indonesia juga terus berkoordinasi dengan PBB serta otoritas terkait untuk memantau perkembangan situasi. Langkah ini dilakukan guna memastikan keselamatan personel TNI yang masih bertugas di wilayah konflik.

Selain itu, pemerintah Indonesia turut mengecam serangan Israel terhadap Lebanon selatan dan mendesak semua pihak menahan diri. Indonesia menegaskan pentingnya menghormati kedaulatan dan integritas wilayah Lebanon.

Pemerintah juga meminta Israel segera menghentikan serangan yang membahayakan warga sipil serta infrastruktur. Jalur diplomasi dinilai menjadi langkah penting untuk mencegah eskalasi konflik yang lebih luas.

Kasus prajurit TNI gugur di Lebanon ini menjadi sorotan internasional. Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi dalam misi perdamaian dunia sekaligus melindungi keselamatan personelnya.

Topik Menarik