Reaksi Wakil Bupati Lebak saat Disinggung Mantan Narapidana di Acara Halalbihalal
LEBAK, iNews.id - Suasana forum resmi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lebak memanas setelah pernyataan yang menyinggung latar belakang pribadi Wakil Bupati Lebak, Amir Hamzah. Insiden tersebut terjadi di Pendopo Pemkab Lebak, Senin (30/3/2026).
Peristiwa bermula saat Bupati Lebak, Hasbi Jayabaya, menyampaikan pernyataan di acara halalbihalal Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemkab Lebak yang kemudian memicu reaksi dari Amir Hamzah.
“Uyuhan mantan napi jadi wakil bupati geh bersyukur (masih mending mantan narapidana jadi wakil bupati juga bersyukur),".
Ucapan tersebut dinilai menyentuh ranah pribadi dan tidak berkaitan dengan agenda yang sedang dibahas. Amir mengaku keberatan dan merasa pernyataan itu tidak tepat disampaikan dalam forum terbuka.
“Kalau hanya menyebut nama saya mungkin biasa. Tapi ketika menyebut saya mantan narapidana di depan umum, itu sudah masuk penghinaan,” ujar Amir dikutip dari iNews Lebak, Selasa (31/3/2026).
Amir mengungkapkan, sempat bangkit dari kursinya untuk merespons pernyataan tersebut. Tindakannya dicegah oleh beberapa pihak yang berada di sekitarnya, termasuk keluarga yang turut menenangkan situasi.
“Saya bangkit ingin menyampaikan agar tidak berbicara seperti itu. Tapi saya ditahan oleh beberapa pihak. Istri saya juga menenangkan, bahkan anak-anak saya diminta pulang,” katanya.
Menurutnya, persoalan ini bukan sekadar cara penyampaian, melainkan isi pernyataan yang dianggap merendahkan dan tidak relevan dengan konteks pembahasan.
“Ini bukan soal intonasi. Ini soal isi pembicaraan yang merendahkan. Disampaikan di depan umum dan tidak ada kaitannya dengan pekerjaan,” ucapnya.
Dia juga menyebut, kejadian serupa pernah terjadi sebelumnya, baik dalam forum resmi maupun rapat internal pemerintahan. “Ini sudah yang kedua kali. Bahkan dalam rapat-rapat dinas juga sering ada bahasa yang menurut saya tidak layak,” katanya.
Dia menegaskan, tetap menjalankan tugasnya sebagai wakil kepala daerah dan tidak ingin persoalan tersebut mengganggu pelayanan kepada masyarakat.
“Saya tetap bekerja. Kasihan masyarakat, masih banyak persoalan yang harus diselesaikan,” ucapnya.
Terkait langkah selanjutnya, dia menyatakan akan melihat perkembangan situasi ke depan. “Nanti kita lihat situasi. Ini kan baru setahun menjabat,” ucapnya.
Selain itu, dia juga menekankan pentingnya menjaga etika dan tata krama dalam komunikasi, terutama dalam forum resmi yang melibatkan pejabat publik, agar tidak menimbulkan kesalahpahaman maupun merusak suasana kerja.










