Viral Ebrahim Zolfaghari Main Skateboard Sambil Minum Jus saat Rudal Diluncurkan, Sosoknya Misterius
JAKARTA, iNews.id – Sosok tentara Iran bernama Ebrahim Zolfaghari viral di media sosial setelah videonya bermain skateboard sambil minum jus beredar luas. Momen santai itu terjadi saat Iran sedang meluncurkan rudal dalam konflik yang memanas.
Video tersebut langsung menarik perhatian publik dunia. Banyak yang menilai aksi santai itu bukan sekadar gaya, tetapi pesan simbolis kepada lawan.
Dalam suasana perang yang menegangkan, sikap santai Ebrahim dianggap sebagai sinyal psikologis. Pesannya seolah menunjukkan pasukan Iran tidak gentar menghadapi Israel maupun Amerika Serikat.
Ebrahim bukan sosok sembarangan di militer Iran. Dia dikenal sebagai juru bicara resmi markas besar militer Iran Khatam Al-Anbiya (ARGC).
Dalam beberapa kesempatan, dia kerap muncul di depan kamera menyampaikan pernyataan resmi militer Iran. Gaya komunikasinya yang lugas membuat namanya semakin dikenal publik.
Status dan pangkat militer Ebrahim juga menjadi perbincangan. Sebagian sumber menyebut dia berpangkat brigadir jenderal, sementara yang lain menyebut letnan kolonel.
Pria yang diperkirakan berusia antara 45 hingga 55 tahun itu dikenal misterius. Informasi mengenai latar belakang dan perjalanan karier militernya sangat terbatas.
Meski tidak berada di garis depan medan tempur, perannya dianggap penting dalam strategi komunikasi militer Iran. Dia menjadi wajah utama dalam menyampaikan pesan Iran kepada dunia.
Dalam konflik modern, perang tidak hanya berlangsung di medan pertempuran. Pertarungan juga terjadi melalui media, pemberitaan, hingga persepsi publik internasional.
Melalui pernyataan dan kemunculannya di berbagai video, Ebrahim menjadi bagian dari strategi komunikasi tersebut. Penampilan dan gaya bicaranya sering kali menarik perhatian publik global.
Saat menghadapi ancaman dari Presiden Amerika Serikat, Ebrahim juga menunjukkan sikap berani. Dia bahkan melontarkan pernyataan keras kepada militer AS.
Dia menyebutkan tentara Amerika yang memasuki kawasan tersebut bisa menjadi santapan hiu di Teluk Persia. Pernyataan tersebut semakin membuat namanya menjadi sorotan dalam konflik yang sedang berlangsung.










